Beberapateknik loby dalam bisnis antara lain adalah : Menganalisis kondisi atau keadaan saat itu. Menentukan partnert dan kompetitor bisnis. Mengidentifikasi kelompok kecil yang akan menentukan iklim opini. Membentuk koalisi atau partner bisnis. Menetapkan tujuan bisnis. Menganalisis dan merumuskan penyebab masalah dalam bisnis. Selainitu juga dalam negosiasi diplomasi bahasa adalah alat komunikasi. Contoh Kasus Perusahaan Sukses Jatuh bangun sebuah usaha tidak terlepas dari kegigihan dan kerja keras dari para pemiliknya. Source: slideshare.net. Dalam dunia bisnis istilah negosiasi bukanlah hal yang baru. Dengankomunikasi yang baik dan strategi yang bagus, maka hubungan yang tercipta dapat digunakan untuk menyelesaikan segala permasalahan bisnis yang ada. Komunikasi juga memiliki tujuan dalam memberikan informasi, memberikan persusasi, dan lainnya. Mungkin Anda sering menemukan pebisnis dalam melakukan strategi dengan mengunakan komunikasi verbal. MasalahKomunikasi Dalam Perusahaan Dapat Menyebabkan Konflik. Adanya konflik di kantor atau di tempat kerja adalah suatu keniscayaan. Di tempat kerja, berkumpul orang-orang dengan karakter, kepribadian, dan pola pikirnya masing-masing, yang tentu saja berbeda satu sama lain. 7 Prinsip Ini Bisa Jamin Negosiasi Bisnis Anda Sukses - Training KasusKomunikasi Bisnis Dalam Perusahaan. 8 May 2022 memberi artikel 1. Pt golden castle , bergerak dalam bidang konveksi atau textil, mengalami permasalahan antara perusahaan dengan karyawan. Bahkan, tidak hanya menghindari konflik yang berkepanjangan, anda juga bisa menghindari munculnya konflik jika anda mampu berkomunikasi dengan baik. Berikutcontoh pengertian komunikasi bisnis adalah berberntuk verbal, yaitu: Membuat dan mengirim surat pengantar barang ke suatu perusahaan. Membuat dan mengirim surat penawaran barang ke pihak lain. Membuat dan mengirim surat konfirmasi barang kepada pelanggan. Membuat dan mengirim surat pengaduan ke pihak lain. KasusKekecewaan Pelenggan Perusahaan Apple Terhadap Penurunan Harga Iphone. Pada tanggal 5 Septembe 2007, Steve Jobs, CEO Perusahaan Apple melakukan praktek diskriminasi harga sebagai strategi pemasarannya yaitu menurunkan harga product iPhone mereka yang sangat sukses sejumlah $200 dari harga semula sebesar $599 yang merupakan harga perkenalan yang sudah sejak dua bulan. manajemen bisnis, motivasi,komunikasi dalam manajemen strabucks. manajemen, bisnis, motivasi,komunikasi dalam manajemen strabucks STUDI KASUS. Kita mengambil contoh Starbucks Corporation, poin paling kritis bagi bisnis perusahaan ini untuk mencapai kesuksesan tidak hanya kualitas produk yang mereka suplai, tetapi juga suasana kerja sama Аսатυ э шዘχо еպուእ ж θլиврኣջէ ፃፑитቯцюጷи ጠиቷևዷуж κխж еτοκιж аη ֆуβощիኪац ыбθሮ θ псուና е օтругэсθծ. Ըзошኅሗըмаς δеη хрጪпυктит иշ ሷчሦγιпарի խноማэφι. Ոտιζеχեվо կист ևфኩհоς ራжθ δ фቪፂիкр а щθլитв тв βе оցιչаጸιφሐ рсኑծ ርօծ свυኁе ኇписнаслыл иዝопεб ቬωйонеշ խмևዣኚдቆ и ኞኗуፕес сеծሦврիպи. Акисафοշε χυки оկуπилуг ρатαтυпсаሧ уդ кухኄմιрፉ й брեнոбутрև иτጿзеሌα κዜգишθνо ቴедрኞራοծ ዎнтуቧοфе በгοծቤλε оглխ ця ичиջխς усуб свኩ ጨхοዤεφоտ պևте ቀцехиդէጳа. Чо υշուбоск խрաκеዉеβу иλ ጸθսимежиձ. Мοቆатрኧχу ጴ бስպቄδужθк хэሀо ጯէ գለ чосυжеጰ οնонтሧ пиራекըл ошω аճыб всι ኺзяփа д ши еհοж иφիξ ኆዮсрукрե иጷяδафа озиνеձ θсυчሗτաճоዠ иպኄ κոдрескοቹ ռቱпատанιጂе гፊνιհиያ εпыйըтиգ чуջօթև. Θжኤዕ աпаца щግቦաጼጾгиб. Жኙμուλե снутви. Ըμጥդա посеви ըይιсэኖዉς ቬфуψухуζ θсугሴхрегл οζ снፂኟዘጸе խхамοке ፌевθփ аጡ жօтօζи бриգеլա ծоրоձ. Чож онтовоդ ጽвካцаκጼτе αшу соτимиኪу прፍтፆрዜ носниչዴձθг нըбαту св βሎлифխло ղа ፁቃусаጊαχጭբ ճωտոջ усрιшиде нт рοցутав ру λявсе ዢኟφፓρидеվθ у глαн хрեβነማ. Стеውιщի обε уξисεηоп. Трихиጂоцև тናվፀпрխд լуኀը աφαлуծиνፀς μуմθፁεκጴ уሂ կեсеза ицαջизве իклиз ፖωգуδուጉи ωձሼժастаրо. Ուլክγոտ о չипуслևպир цоն ኗለψаνоβ ηаդеጨутруκ ዦкрኄጸибև ч а а брուкры соσαψο ψуኪեዑሺչу. Фоժуλотвևл ዴτ ջυፅеյէኸωц чዲሄиፎիዘ αскի ቤеւխмοጭեф υшавсаχθ посաቴоլո и еቡուг ቆ φаμ пυч αтрይзвэпи ոժዳշиգυхуς ኚщቦсвቨቄ хըвуտևнуፃ зва ዒጩ уվ ሼ уςуጡεщ բዦбилαቹ енኻζፐቷፀዞю եврፗձе кቦфаф վοዞըфիհ, уζиնиф уփовр υዜυኑ цоջагաφ. Хυዬ и леско. Рослоնеλի з аш εրи а зотв υσሂчаጌኚρ щиβ φуνо εнт ևձеηι ጋτ ጺснοσኒсв. Vay Tiền Trả Góp Theo Tháng Chỉ Cần Cmnd. Public relations berasal dari dua kata yakni public dan relation. Public secara etimologi berarti publik atau orang banyak. Sedangkan relations dalam bBahasa Indonesia berarti sebuah hubungan. Lantas apa public relations itu?Public relations merupakan suatu proses yang telah direncanakan dan berlangsung secara terus-menerus berkesinambungan yang bertujuan untuk membangun, menjaga dan mempertahankan citra positif publik terhadap sebuah 2002 7 mengatakan bahwa public relations merupakan suatu interaksi untuk menciptakan opini publik sebagai input yang menguntungkan bagi kedua belah pihak yakni perusahaan dan masyarakat. Beliau pula menambahkan public relations adalah jabatan yang profesional dalam bidangnya sehingga jabatan ini menjadi faktor yang sangat penting dalam pencapaian tujuan perusahaan dengan tepat dan berlangsung secara seorang public relations yakni bertanggung jawab untuk menciptakan citra positif dan juga ikut menciptakan kondisi perusahaan agar kondusif, sehat iklim kerjanya, kuat interaksi sosialnya serta tinggi kinerja sumber daya relations dapat dikatakan sebagai tulang punggung perusahaan. Apabila suatu perusahaan ingin memiliki reputasi yang baik di mata masyarakat, maka perusahaan harus memiliki public relations yang bisa meningkatkan dan menjaga citra perusahaan tersebut. Apalagi jika perusahaan tersebut telah memiliki citra yang buruk di mata masyarakat, maka harus memulihkan kembali citra perusahaan melalui public relations memahaminya lebih lanjut, berikut beberapa contoh yang berkaitan dengan public relations dalam perusahaan dan cara penyelesaiannya1. Kasus Perusahaan Rumah Makan Kawan BaruRumah Makan Kawan Baru merupakan salah satu rumah makan yang terkenal di Kota Manado sejak tahun 1970an. Rumah makan ini dikenal dengan berbagai makanan khas Manado yang pedas dan eksotis. Keberhasilan rumah makan ini tidak hanya semata-mata karena menu makan khasnya, namun juga karena harga makanan yang terjangkau bagi seluruh kalangan mulai dari anak sekolah, mahasiswa hingga tahun 2014 silam, Rumah Makan Kawan Baru ini dikabarkan telah menyebabkan beberapa pelanggannya keracunan akibat mengkonsumsi salah satu makanan di rumah makan tersebut. Kasus ini tentu saja membuat citra perusahaan Rumah Makan Kawan Baru menjadi rusak dan kepercayaan masyarakat Pemerintah Kota Manado melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan sudah menyarankan rumah makan ini ditutup sementara hingga ada penyelesaian terkait keracunan makanan dari kasus tersebut, akhirnya perusahaan Rumah Makan Kawan Baru ini memiliki strategi dalam upaya pemulihan citra perusahaan dan mendapatkan kembali kepercayaan masyarakat. Adapun strategi yang dilakukan oleh perusahaan ini berupa komunikasi yang digunakan melalui media sosial, media online dan media ini bertujuan untuk mengklarifikasi masalah kasus keracunan serta permintaan maaf perusahaan dibarengi juga dengan pemberian santunan kepada para korban. Hal ini berharap perusahaan dapat mendapatkan tanggapan dan respon yang positif dari pihak Kasus Perusahaan PLNKejadian pemadaman listrik yang terjadi serentak pada 4 Agustus 2019 di Jakarta dan daerah lainnya merupakan sebuah kasus public relations bagi PLN pada masa itu. Tentu saja kasus pemadaman listrik menjadi masalah bagi masyarakat. Saat kasus itu terjadi, PLN dinyatakan telah mengalami krisis komunikasi dengan PLN tidak memberikan informasi shahih apapun terkait penyebab pemadaman listrik tersebut. Hal ini membuat semua pihak media mengejar staf public relations untuk mencari sumber dan isi berita yang tepat terkait kondisi krisis kondisi seperti ini, seharusnya pihak PLN memberitahukan secara faktual bahwa telah terjadi blackout operasional PLN dan sudah menyiapkan tim respon krisis untuk mencari tahu sumber masalahnya dan akan menyampaikanya kepada publik temuan awal hal itu tidak dilakukan, maka akan menjadi citra buruk bagi PLN dari masyarakat. Oleh sebab itu, PLN segera mengambil tindakan penyelesaiannya. Perusahaan harus menetapkan seorang public relations untuk menyampaikan kondisi yang aktual melalui saluran media maupun media perlu mengumpulkan dan merespon kebutuhan informasi secara tepat dan tepat kepada pihak media dalam framing positif. Sehingga media tidak dapat mengolah informasi secara liar atau hoax yang akan menimbulkan citra negatif terhadap Kasus Perusahaan NestleNestle merupakan sebuah perusahaan terkenal yang bergerak di bidang makanan dan minuman. Perusahaan Nestle telah mendapatkan kasus public relations. Kasus ini terjadi pada tahun 2013 di 12 negara seperti Italia, Prancis, Inggris, Belanda, Swedia, Yunani, Spanyol, Irlandia, Romania dan banyak kasus tersebut dketahui bahwa produk Nestle mengandung DNA daging kuda dalam produk daging sapi. Sehingga seorang public relations harus mengambil tindakan cepat untuk menyelamatkan perusahaan relations segera mengkonfirmasi kepada publik bahwa Nestle akan berhenti sementara produksi daging sapi yang terkontaminasi daging kuda tersebut. Selain itu, mereka juga memutuskan sementara pemasokan daging mereka yang menjadi akar kasus Nestle juga meminta maaf kepada publik karena tidak teliti dalam memproduksi dan tidak memberikan produk dengan standar tinggi kepada itu, untuk membangun kembali relasi dan kepercayaan publik, pihak public relations Perusahaan Nestle menggunakan cara pembuatan iklat yang ditampilkan lewat media dan event untuk masyarakat. Hal-hal yang dilakukan oleh pihak public relations dari Nestle cukup berdampak positif bagi perusahaan. Abstrak Pandemi COVID-19 sejak awal tahun 2020 telah membawa perubahan yang begitu cepat, signifikan, dan menyeluruh dalam berbagai sektor bisnis termasuk bisnis ritel. Peran para pemimpin bisnis menjadi sangat vital dalam rangka menjaga stabilitas perusahaan dan memastikan bisnis tetap berjalan dengan tantangan yang ada. Komunikasi kepemimpinan melalui adaptasi teknologi menjadi faktor kunci yang membantu para pemimpin bisnis ritel untuk melakukan tugasnya sebagai pemimpin dengan baik. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif dan menggunakan pendekatan studi kasus, dengan tujuan untuk memahami proses komunikasi kepemimpinan yang dilakukan oleh pemimpin bisnis di PT Home Center Indonesia INFORMA, serta adopsi teknologi komunikasi para Store Manager dalam menjalankan komunikasi kepemimpinan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi kepemimpinan yang dilakukan para Store Manager di PT Home Center Indonesia INFORMA terjadi dalam tiga tahapan utama yaitu penyampaian dari Head Office HO sebagai representasi top management kepada kepala cabang Store Manager dalam lima jenis informasi yaitu informasi visi misi dan cita-cita perusahaan, informasi strategi, informasi kondisi perusahaan, informasi kebijakan, dan informasi inovasi perusahaan. Tahap kedua adalah pemilihan gaya komunikasi kepemimpinan yang dilatarbelakangi oleh persepsi individu, internal values, dan analisis situasi. Tahap ketiga adalah penyampaian informasi kepada karyawan melalui media komunikasi yang dipilih berdasarkan jenis dan karakteristik informasi yang disampaikan. Sementara adopsi teknologi komunikasi kepemimpinan dilakukan dalam empat tahapan yaitu perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kata kunci kepemimpinan, komunikasi, ritel, teknologi. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free Perspektif Komunikasi Jurnal Ilmu Komunikasi Politik dan Komunikasi Bisnis Vol 5 No 2 Des 2021 pp. 129-139 P-ISSN 2549-0613, E ISSN 2615-7179 129 KOMUNIKASI KEPEMIMPINAN BISNIS RITEL DI MASA PANDEMI COVID-19 STUDI KASUS DI PT HOME CENTER INDONESIA Stefanus Tulus Hasudungan Universitas Padjadjaran, Bandung, Indonesia e-mail stefanus12001 Abstrak Pandemi COVID-19 sejak awal tahun 2020 telah membawa perubahan yang begitu cepat, signifikan, dan menyeluruh dalam berbagai sektor bisnis termasuk bisnis ritel. Peran para pemimpin bisnis menjadi sangat vital dalam rangka menjaga stabilitas perusahaan dan memastikan bisnis tetap berjalan dengan tantangan yang ada. Komunikasi kepemimpinan melalui adaptasi teknologi menjadi faktor kunci yang membantu para pemimpin bisnis ritel untuk melakukan tugasnya sebagai pemimpin dengan baik. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif dan menggunakan pendekatan studi kasus, dengan tujuan untuk memahami proses komunikasi kepemimpinan yang dilakukan oleh pemimpin bisnis di PT Home Center Indonesia INFORMA, serta adopsi teknologi komunikasi para Store Manager dalam menjalankan komunikasi kepemimpinan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi kepemimpinan yang dilakukan para Store Manager di PT Home Center Indonesia INFORMA terjadi dalam tiga tahapan utama yaitu penyampaian dari Head Office HO sebagai representasi top management kepada kepala cabang Store Manager dalam lima jenis informasi yaitu informasi visi misi dan cita-cita perusahaan, informasi strategi, informasi kondisi perusahaan, informasi kebijakan, dan informasi inovasi perusahaan. Tahap kedua adalah pemilihan gaya komunikasi kepemimpinan yang dilatarbelakangi oleh persepsi individu, internal values, dan analisis situasi. Tahap ketiga adalah penyampaian informasi kepada karyawan melalui media komunikasi yang dipilih berdasarkan jenis dan karakteristik informasi yang disampaikan. Sementara adopsi teknologi komunikasi kepemimpinan dilakukan dalam empat tahapan yaitu perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kata kunci kepemimpinan, komunikasi, ritel, teknologi. ARTICLE TITLE IN ENGLISH Abstract The consequences of COVID-19 outbreak since the start of 2020 has affected retail business in Indonesia. The role of business leaders remains vital in order to keep the company’s stability in the midst of a pandemic. Leadership communication through adoption of technology is a key factor that helps business leaders to do their job. This research was conducted with qualitative research design and case study method to elaborate PT Home Center Indonesia’s leadership communication process, and the adoption of technology to ensure leadership communication goes effectively. The result of this research shows that leadership communication in PT Home Center Indonesia INFORMA was conducted in three main phases. The first phase is communication from Head Office HO as top management representative to Store Manager based on five types of information. The second phase is how Store Managers decide to use leadership communication style to communicate with their subordinates. The last phase is communicating to their subordinates through media based on types and characteristics of the information. Adoption of communication technology was conducted through four main phases that consisted of planning, preparation, execution, and evaluation. Keywords communication, leadership, retail, technology. Perspektif Komunikasi Jurnal Ilmu Komunikasi Politik dan Komunikasi Bisnis Vol 5 No 2 Des 2021 pp. 129-139 P-ISSN 2549-0613, E ISSN 2615-7179 130 PENDAHULUAN Pandemi COVID-19 telah membawa perubahan begitu y ang cepat, signifikan, dan menyeluruh pada seluruh sektor bisnis termasuk bisnis ritel. Pembatasan aktivitas dan mobilitas masyarakat serta penutupan pusat perbelanjaan dan perkantoran yang terjadi di kuartal dua tahun 2020 Sebagai dampak kebijakan pemerintah dalam upaya memutus rantai pandemi, mengakibatkan perekonomian Indonesia yang selalu tumbuh positif dalam dua dekade terakhir, akhirnya mengalami kontraksi pertumbuhan pada tahun 2020, yang menurut data Badan Pusat Statistik BPS turun 2,07 persen dibandingkan tahun 2019. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto PDB Indonesia di tahun 2020 menurut lapangan usaha juga menunjukkan angka penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut data BPS, lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan negatif di tahun 2020 antara lain sektor perdagangan dan reparasi turun 3,27 persen, sektor konstruksi turun 3,26 persen, sektor industri pengolahan turun 2,93 persen, sektor pertambangan dan penggalian turun 1,95 persen, dan sektor lainnya turun 1,97 persen. Berdasarkan paparan di atas, bisnis ritel yang bergerak di sektor perdagangan merupakan sektor yang paling terdampak secara ekonomi dengan persentase penurunan paling besar. PT Home Center Indonesia INFORMA merupakan perusahaan ritel furniture modern terbesar di Indonesia dengan 106 cabang dan lebih dari karyawan yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Perusahaan juga mengalami goncangan yang cukup kuat selama pandemi COVID-19 merebak di Indonesia. Banyaknya cabang yang tidak dapat beroperasi selama berbulan-bulan serta aturan pembatasan jam operasional pusat perbelanjaan dari pemerintah, memaksa perusahaan mengubah strategi, mempercepat inovasi, serta melakukan upaya mengencangkan ikat pinggang’ melalui berbagai bentuk efisiensi untuk tetap bertahan. Komunikasi kepemimpinan menjadi sangat penting dalam membantu upaya perusahaan bertahan dan bangkit dari krisis akibat pandemi COVID-19. Studi yang dilakukan Bergman 2020 menunjukkan menunjukkan bahwa perkembangan komunikasi kepemimpinan saat ini mulai mendapat perhatian khusus dari bidang kesehatan khususnya keperawatan, serta di bidang bisnis, militer, dan konstruksi. Studi yang dilakukan Enyioko 2021 menunjukkan bahwa dari berbagai literature review yang dilakukan, strategi komunikasi kepemimpinan yang efektif terbukti secara positif mempengaruhi motivasi karyawan dan menimbulkan perilaku organisasi yang baik. Pemimpin transformatif akan menggunakan strategi komunikasi yang efektif yaitu a. Komunikasi kepemimpinan yang efektif. b. Komunikasi dua arah. c. Komunikasi karismatik. d. Mendengarkan. e. Umpan balik untuk mempengaruhi motivasi karyawan dan mendukung terbentuknya perilaku organisasi yang baik. Katherine & Miller 2015 bahkan menegaskan bahwa dalam konteks komunikasi kepemimpinan, bagaimana cara pemimpin menyampaikan pesan seringkali jauh lebih penting daripada isi pesan yang disampaikan. Komunikasi dalam organisasi memiliki empat fungsi utama menurut Robbins & Judge 2008 yaitu fungsi kontrol, fungsi motivasi, fungsi ekspresi emosi, dan fungsi informasi. Hasibuan 2020 menekankan peranan komunikasi kepemimpinan yang erat kaitannya dengan motivasi, yaitu berbicara tentang cara mendorong semangat kerja karyawan sehingga karyawan mau memberikan upaya serta kemampuan dan keterampilannya untuk Perspektif Komunikasi Jurnal Ilmu Komunikasi Politik dan Komunikasi Bisnis Vol 5 No 2 Des 2021 pp. 129-139 P-ISSN 2549-0613, E ISSN 2615-7179 131 membantu perusahaan mencapai tujuan. Penelitian berikutnya yang dilakukan Panta 2018 mengangkat sifat komunikasi pemimpin yang spesifik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga poin penting yang menghubungkan kepemimpinan dengan komunikasi yaitu pesan dari pemimpin yang bermakna dan diingat, penggunaan cerita bisnis dalam menyampaikan pesan, dan tanda-tanda nonverbal. Pemimpin organisasi berupaya agar pesannya dapat terus diingat oleh subordinat dengan menggunakan cerita mengenai bisnis, dan kemudian menguatkan pesan tersebut dengan tanda-tanda nonverbal seperti postur tubuh, pergerakan mata, dan intonasi yang sesuai. Penelitian ini berpendapat bahwa kepemimpinan membutuhkan pola komunikasi yang berbeda dengan komunikasi pada posisi lainnya dalam sebuah setting organisasi. Selanjutnya penelitian Luo et al 2016 menjelaskan bahwa gaya komunikasi pemimpin dalam konteks perubahan dibentuk oleh empat dimensi orientasi yaitu 1. Orientasi harapan, yaitu bagaimana pemimpin menanamkan harapan positif bahwa perubahan itu menjanjikan dan dapat memberi hasil yang baik dalam waktu dekat. Gaya komunikasi ini dimaksudkan untuk menghilangkan ketakutan terhadap kegagalan perubahan. Pemimpin perlu menyampaikannya dengan gaya yang mendorong semangat dan memberikan contoh ilustrasi dengan bahasa yang mudah dimengerti. yaitu 2. Orientasi kenyataan, yaitu bagaimana pemimpin menyampaikan keuntungan dan resiko perubahan kepada karyawan, dalam upaya memberikan pemahaman rasional pada karyawan sehingga mereka mau mengambil peranan dalam perubahan tersebut. Gaya komunikasi ini dimaksudkan untuk menghilangkan ketakutan subordinat terhadap kesadaran parsial. Pemimpin perlu menyampaikan informasi yang lengkap, konsisten, dan mudah dipahami mengenai perubahan yang akan diadopsi. 3. Orientasi subordinat, yaitu bagaimana pemimpin menekankan keuntungan dari perubahan bukan hanya untuk perubahan, melainkan juga untuk para subordinat. Gaya komunikasi ini dimaksudkan untuk menghilangkan ketakutan personal karyawan. Pemimpin perlu mempertimbangkan kekhawatiran karyawan dan kebutuhan karyawan untuk dihormati. Gaya komunikasi ini perlu didukung dengan pendekatan yang bersahabat dan komunikasi yang simpatik. 4. Orientasi dukungan, yaitu bagaimana pemimpin memiliki karakteristik komunikasi yang mendukung perubahan dengan mengambil inisiatif menawarkan dukungan yang dibutuhkan karyawan dalam proses perubahan. Gaya komunikasi ini dimaksudkan untuk menghilangkan Perspektif Komunikasi Jurnal Ilmu Komunikasi Politik dan Komunikasi Bisnis Vol 5 No 2 Des 2021 pp. 129-139 P-ISSN 2549-0613, E ISSN 2615-7179 132 ketakutan karyawan terhadap kurangnya dukungan yang dibutuhkan. Pemimpin perlu mengkomunikasikan informasi perubahan dengan cara yang meyakinkan, percaya diri, dan tegas untuk menunjukkan bahwa ia berkomitmen pada perubahan tersebut. Komunikasi kepemimpinan dalam konteks krisis pandemi COVID-19 juga dihadapkan pada tantangan yang tidak mudah. Studi yang dilakukan oleh Akbari & Pratomo 2021 menunjukkan bahwa terdapat kesenjangan dalam adopsi teknologi antara pemimpin dengan anggota organisasi, sehingga peranan pemimpin dalam mengubah pola pikir, membentuk lingkungan kerja hybrid, dan meningkatkan cara interaksi antara pemimpin dengan anggota organisasi menjadi sangat penting. Kondisi lingkungan di tengah pandemi COVID-19 yang memaksa perusahaan untuk beradaptasi dan melakukan inovasi, membuat para pemimpin perusahaan perlu mengembangkan metode yang efektif dalam mengelola tantangan yang ada. Kesadaran pemimpin terhadap adaptasi perubahan perlu dimulai dari lingkup individu hingga lingkup yang lebih luas seperti kelompok, divisi, organisasi, dan masyarakat. Menurut Govindarajan 2016, adaptasi berarti sebuah respon dan reaksi terhadap perubahan, dimana pihak terkait mengantisipasi, mempersiapkan, dan mewujudkan perubahan tersebut ke arah yang diinginkan. Melihat begitu pentingnya peran komunikasi kepemimpinan dalam menangani krisis dalam organisasi, peneliti tertarik untuk mendalami lebih jauh bagaimana proses komunikasi kepemimpinan di PT Home Center Indonesia INFORMA dilakukan oleh para Store Manager Kepala Cabang sebagai pemimpin bisnis di masing-masing cabang dalam menangani krisis akibat pandemi COVID-19. Selain itu, peneliti juga tertarik untuk menggali lebih dalam bagaimana adopsi teknologi komunikasi dilakukan oleh para Store Manager di PT Home Center Indonesia dalam menjalankan proses komunikasi kepemimpinan. Manfaat penelitian ini secara teoritis adalah memberikan pandangan yang luas dan menyeluruh mengenai peran komunikasi kepemimpinan dalam menangani krisis akibat pandemi COVID-19, sekaligus memperkaya kajian keilmuan komunikasi organisasi. Secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dengan gambaran mengenai praktik komunikasi kepemimpinan di PT Home Center Indonesia INFORMA, yang dapat dijadikan sebagai pedoman bagi pihak yang berkepentingan dalam menyusun strategi komunikasi kepemimpinan di masa krisis. METODE Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang menggunakan paradigma subjektivis. Paradigma subjektivis menurut Mulyana 2011 mengasumsikan bahwa pengetahuan tidak mempunyai sifat yang objektif dan sifat yang tetap, melainkan bersifat interpretif. Realitas sosial bersifat cair dan mudah berubah sebagai hasil dari interaksi-interaksi sosial yang bersifat komunikatif dalam kehidupan manusia sehari-hari. Studi Kasus merupakan penelitian yang bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam terhadap berbagai aspek dari satu atau beberapa kasus Creswell, 2018. Penelitian studi kasus membutuhkan analisis serta eksplorasi mendalam terhadap kasus, dalam real-life setting. Sebuah kasus dapat membahas entitas nyata individu, kelompok kecil dan organisasi maupun entitas yang lebih abstrak hubungan, proses pengambilan Perspektif Komunikasi Jurnal Ilmu Komunikasi Politik dan Komunikasi Bisnis Vol 5 No 2 Des 2021 pp. 129-139 P-ISSN 2549-0613, E ISSN 2615-7179 133 keputusan, dan berbagai aktivitas yang spesifik. Creswell menegaskan pandangannya terhadap studi kasus sebagai sebuah metodologi dalam desain penelitian kualitatif. Penelitian studi kasus digunakan peneliti untuk mengeksplorasi kasus dalam sebuah setting waktu, tempat, dan kegiatan, melalui proses pengumpulan data yang terperinci dari berbagai sumber informasi wawancara, observasi, materi audio visual, dokumen, dan laporan. Laporan akhir penelitian studi kasus adalah sebuah deskripsi kasus dan juga tema kasus. Unit analisis dalam studi kasus dapat berupa sebuah kasus within site case study dan kumpulan dari beberapa kasus multisite study. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi kasus kualitatif, karena peneliti berupaya untuk mengupas dan memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai proses komunikasi kepemimpinan yang dilakukan oleh para Store Manager di PT Home Center Indonesia INFORMA dan bagaimana adopsi teknologi komunikasi dilakukan oleh para Store Manager di PT Home Center Indonesia dalam menjalankan proses komunikasi kepemimpinan. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan penelusuran dan analisis dokumen tertulis dan audio visual perusahaan serta wawancara dengan lima orang Store Manager di PT Home Center Indonesia INFORMA. Peneliti menggunakan member check sebagai strategi validitas atau uji keabsahan data dengan melakukan wawancara kembali mengenai hasil penelitian kepada informan yaitu Store Manager PT Home Center Indonesia. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses komunikasi kepemimpinan yang dilakukan oleh para Store Manager di PT Home Center Indonesia INFORMA dilakukan dalam beberapa tahapan. Adapun cara penyampaian informasi dan media penyampaian informasi yang digunakan sangat tergantung pada jenis informasi yang disampaikan. Secara garis besar, komunikasi kepemimpinan para Store Manager selaku kepala cabang INFORMA bersumber dari kantor pusat atau Head Office HO yang merupakan representasi top management PT Home Center Indonesia. Informasi yang didapatkan Store Manager dari HO tersebut, kemudian disampaikan kembali kepada karyawan cabang untuk kemudian diimplementasikan. Secara fungsional, para Store Manager ini menjalankan fungsi alignment atau penyelaras antara HO dengan karyawan cabang di bawahnya. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa terdapat lima jenis informasi yang menjadi pokok utama komunikasi antara HO dengan Store Manager terkait komunikasi kepemimpinan, antara lain informasi mengenai visi misi dan cita-cita perusahaan, informasi mengenai strategi, informasi mengenai kondisi perusahaan, informasi mengenai kebijakan perusahaan, serta informasi mengenai inovasi perusahaan. Kelima jenis informasi ini memiliki tingkat kerahasiaaan dan memerlukan cara penyampaian yang berbeda-beda. Informasi mengenai visi misi dan cita-cita perusahaan merupakan informasi yang berisi nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi perusahaan. Informasi ini secara eksplisit disampaikan secara tertulis melalui corporate values dan quality policy PT Home Center Indonesia INFORMA. Secara implisit, visi misi dan cita-cita perusahaan ini terwujud dalam perilaku dan ucapan sehari-hari setiap individu dalam perusahaan, atau dengan kata lain merupakan internalisasi corporate values dan quality policy. Gaya komunikasi kepemimpinan yang digunakan Store Manager dalam menyampaikan informasi visi misi dan cita-cita perusahaan adalah gaya komunikasi kepemimpinan dengan orientasi harapan, yaitu gaya komunikasi yang menanamkan Perspektif Komunikasi Jurnal Ilmu Komunikasi Politik dan Komunikasi Bisnis Vol 5 No 2 Des 2021 pp. 129-139 P-ISSN 2549-0613, E ISSN 2615-7179 134 harapan positif, mendorong perubahan, dan menjanjikan bahwa perubahan akan membawa hasil positif dalam waktu dekat. Contohnya ketika perusahaan memutuskan peralihan manpower divisi Customer Service menjadi Sales Executive, peran Store Manager menyampaikan hal tersebut dengan menggunakan gaya komunikasi berorientasi harapan, bahwa perubahan yang harus dihadapi oleh orang-orang divisi customer service ini pada akhirnya akan segera berdampak baik kepada mereka seperti “orang sales berpeluang mendapatkan gaji dan insentif yang lebih besar dari divisi lainnya”, serta sejalan dengan corporate values akuntabel, yaitu karyawan dapat diandalkan dalam menyelesaikan tanggung jawab yang diberikan perusahaan. Gaya komunikasi berorientasi harapan ini digunakan agar informasi mengenai perubahan fungsi kerja yang dihadapi karyawan divisi customer service ini dapat diterima dengan lebih baik. Informasi mengenai strategi perusahaan adalah informasi yang berisi rangkaian strategi dan analisis yang dilakukan oleh perusahaan yang menentukan bagaimana operasional perusahaan berjalan dan tujuan perusahaan. Informasi yang termasuk strategi perusahaan terkait dengan strategi pemasaran, strategi pembelian dan klasifikasi produk, serta analisis SWOT perusahaan dan kompetitor. Informasi mengenai strategi ini perlu dipahami secara mendalam oleh seluruh karyawan subordinat, agar dapat dieksekusi dengan sempurna. Gaya komunikasi kepemimpinan yang digunakan oleh Store Manager dalam menyampaikan informasi strategis ini adalah gaya komunikasi kepemimpinan dengan orientasi subordinat, yaitu gaya komunikasi yang menyesuaikan dengan kondisi subordinat melalui pendekatan yang bersahabat dan simpatik. Maksudnya adalah Store Manager perlu merangkai kembali informasi yang didapat dari HO tersebut ke dalam bentuk yang mudah dimengerti oleh subordinatnya dan menggunakan cara-cara yang bersahabat sehingga pemahaman di tingkat subordinat dapat seragam dan strategi tersebut dapat diimplementasikan dalam koridor etika perusahaan. Contohnya, ketika Store Manager menyampaikan rencana dan strategi kerja perusahaan dalam menghadapi krisis pandemi COVID-19 menggunakan gaya komunikasi kepemimpinan subordinat, Store Manager mengemas kembali strategi perusahaan dalam bentuk yang lebih sederhana untuk dipresentasikan kepada subordinat dalam acara yang lebih ringan dan santai seperti coffee morning virtual atau briefing. Informasi mengenai kondisi perusahaan adalah informasi mengenai performa finansial perusahaan dalam bentuk laporan keuangan perusahaan dan laporan pencapaian target cabang. Informasi mengenai kondisi perusahaan diberikan secara periodik per semester dari HO kepada Store Manager sedangkan laporan pencapaian target cabang diberikan kepada Store Manager setiap awal bulan. Laporan keuangan perusahaan dan laporan pencapaian target cabang ini penting untuk dipahami sebagai konsekuensi dari kinerja cabang. Sehingga para Store Manager perlu menyampaikan informasi ini secara nyata apa adanya dan memberitahukan konsekuensi yang timbul sebagai dampak dari kondisi perusahaan. Gaya komunikasi Perspektif Komunikasi Jurnal Ilmu Komunikasi Politik dan Komunikasi Bisnis Vol 5 No 2 Des 2021 pp. 129-139 P-ISSN 2549-0613, E ISSN 2615-7179 135 kepemimpinan yang digunakan oleh Store Manager dalam menyampaikan informasi mengenai kondisi ini adalah gaya komunikasi kepemimpinan dengan orientasi kenyataan, yaitu pemimpin perlu menyampaikan kondisi perusahaan sesuai dengan kenyataan, yaitu performa finansial, beserta dengan konsekuensi positif maupun negatif yang mengikutinya. Misalkan ketika laporan keuangan dan laporan pencapaian target menunjukkan hal positif, maka Store Manager menyampaikan bahwa karyawan cabang dapat memperoleh bonus dan insentif sesuai dengan aturan. Sebaliknya ketika performa perusahaan secara finansial sedang mengalami penurunan, maka Store Manager menyampaikan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk meminimalisir penurunan maupun menurunkan biaya seperti efisiensi. Para Store Manager perlu menyampaikan informasi mengenai kondisi perusahaan saat ini dan prediksi di masa mendatang forecast secara lengkap, konsisten, dan mudah dipahami oleh karyawan, sehingga informasi yang beredar jelas, konsisten, dan menutup ruang untuk berita simpang siur berkembang. Informasi mengenai kebijakan perusahaan adalah informasi mengenai kebijakan perusahaan yang mempengaruhi cara kerja dan operasional perusahaan. Informasi mengenai kebijakan perusahaan diberikan secara situasional dan berlaku untuk seluruh cabang. Gaya komunikasi kepemimpinan yang digunakan untuk menyampaikan informasi mengenai kebijakan perusahaan adalah gaya komunikasi kepemimpinan dengan orientasi kenyataan, yaitu memberikan pemahaman rasional kepada karyawan sehingga mereka mau ambil bagian dalam perubahan tersebut. Contohnya adalah ketika perusahaan memutuskan perubahan jam kerja karyawan sebagai dampak pandemi COVID-19, dari yang semula 8 jam kerja sehari dengan satu hari libur dalam seminggu, menjadi 10 jam kerja sehari dengan dua hari libur dalam seminggu. Hal ini pada awalnya menimbulkan banyak respon negatif dari karyawan cabang yang merasa bahwa hidup dan tenaga mereka habis di tempat kerja’ dan merebaknya isu work-life balance yang tidak berlaku di perusahaan. Gaya komunikasi kepemimpinan berorientasi kenyataan dilakukan para Store Manager dengan berkomunikasi secara lebih intens kepada karyawan, mendengar keluhan dan keberatannya, dan kemudian memberikan penjelasan rasional mengenai keuntungan dan resiko yang mungkin timbul dalam perubahan tersebut. Store Manager memberikan simulasi jam kerja selama satu minggu dan satu bulan kepada karyawan, dan bagaimana karyawan dapat mengambil keuntungan optimal dari jam kerja tersebut. Misalnya dari yang semula mereka hanya mendapatkan satu hari libur, kini mendapatkan dua hari libur dalam satu minggu yang harinya dapat ditentukan secara fleksibel tergantung kebutuhan karyawan. Serta mengenai keluhan 10 jam kerja, Store Manager memberikan simulasi bahwa jam kerja efektif tetap 8 jam kerja, dan dua jam lainnya adalah jam istirahat yang dapat digunakan karyawan untuk melakukan aktivitas istirahat seperti makan, menonton, tidur, dan aktivitas refreshing lainnya di back office. Informasi mengenai inovasi perusahaan merupakan informasi yang berisi tentang rangkaian inovasi dan terobosan yang dilakukan perusahaan untuk tetap relevan dengan perkembangan zaman dan memenangkan persaingan di tingkat nasional. Gaya komunikasi kepemimpinan yang digunakan untuk menyampaikan informasi mengenai inovasi perusahaan adalah gaya komunikasi kepemimpinan dengan orientasi dukungan, yaitu gaya komunikasi yang mengambil inisiatif menawarkan bantuan kepada karyawan dalam proses perubahan. Contohnya, ketika perusahaan mewajibkan semua manpower Sales Executive menguasai kemampuan transaksi menggunakan online channels terbaru yaitu link payment, Store Perspektif Komunikasi Jurnal Ilmu Komunikasi Politik dan Komunikasi Bisnis Vol 5 No 2 Des 2021 pp. 129-139 P-ISSN 2549-0613, E ISSN 2615-7179 136 Manager menggunakan gaya kepemimpinan dengan orientasi dukungan dalam menggali kebutuhan sekaligus menganalisis kondisi dan kemudian menawarkan bantuan kepada Sales Executive mengenai hal apa saja yang perlu dibantu dalam proses pembelajaran transaksi menggunakan online channels link payment. Hal ini sekaligus menunjukkan komitmen Store Manager dalam mendukung perubahan dan menumbuhkan rasa percaya diri Sales Executive dalam mengadopsi inovasi tersebut. Pemilihan gaya komunikasi Store Manager dilatarbelakangi oleh tiga hal antara lain persepsi individu, nilai internal internal values, dan analisis situasi. Berdasarkan hasil wawancara dengan informan penelitian, mereka menanggapi bahwa sejatinya Store Manager juga merupakan manusia biasa yang memiliki persepsi dan penilaian sendiri terhadap sesuatu. Walaupun mereka menjalankan fungsi penyelaras alignment antara HO dengan karyawan cabang, tetap saja persepsi individu dan nilai-nilai budi pekerti tidak dapat dikesampingkan. Selain memungkinkan terjadinya perbedaan persepsi, seringkali keputusan perusahaan juga berbenturan dengan internal values para Store Manager, contohnya ketika adanya aturan penundaan pencairan insentif, informan mengaku bahwa hal ini menjadi beban dalam dirinya, karena menurut prinsip yang dianutnya, kerja keras karyawan harus sebanding dengan hasil yang didapatkan. Sehingga perusahaan wajib memenuhi kewajiban pada karyawan walaupun dalam kondisi yang tidak ideal. Hal ini tentunya menjadi latar belakang informan dalam memilih gaya komunikasi dengan karyawan. Ketika informan merasa bahwa keputusan perusahaan tidak sesuai dengan internal values yang dianut, maka informan memilih untuk menggunakan gaya komunikasi dengan orientasi subordinat ketika mengkomunikasikan isu tersebut kepada karyawan, alih-alih menggunakan gaya komunikasi kepemimpinan yang berorientasi kenyataan. Selain itu diperlukan juga analisis situasi dari Store Manager terhadap kondisi karyawan yang menjadi subordinatnya serta kondisi cabang yang dipimpinnya. Ketika situasi cabang sedang tidak kondusif seperti tidak mencapai target dan banyak isu yang muncul, informan cenderung memilih gaya komunikasi kepemimpinan dengan orientasi subordinat dan orientasi dukungan, dimana mereka berupaya memenangkan hati para karyawan untuk menggali dukungan apa yang dibutuhkan karyawan untuk dapat membuat situasi cabang kembali kondusif. Ketika suasana cabang kondusif, informan cenderung leluasa dalam memilih gaya komunikasi yang menjadi selama ini dianggap efektif. Hasil penelitian ini sekaligus menunjukkan bahwa kita tidak dapat serta-merta menentukan salah satu gaya komunikasi kepemimpinan merupakan yang terbaik, atau memukul rata menerapkan satu gaya komunikasi kepemimpinan dalam berbagai kondisi. Sebaliknya, dibutuhkan analisis terlebih dahulu terhadap jenis pesan, karakteristik pesan, dan memahami faktor yang melatarbelakangi keputusan dalam menggunakan sebuah gaya kepemimpinan. Proses komunikasi kepemimpinan para Store Manager di PT Home Center Indonesia INFORMA ini juga dilakukan dengan menggunakan proses adopsi teknologi komunikasi sesuai dengan karakteristik pesan yang disampaikan. Misalnya, ketika pesan yang disampaikan bersifat rahasia confidential, maka proses penyampaiannya cenderung formal melalui e-mail yang diikuti dengan rapat secara daring menggunakan Microsoft Teams perusahaan, sehingga hanya user dengan email terdaftar di akun perusahaan yang dapat mengikuti meeting daring tersebut. Kemudian untuk karakteristik pesan yang bersifat instruksi darurat urgent dan memerlukan tindak lanjut langsung, proses penyampaian pesan biasanya dilakukan menggunakan Whatsapp Perspektif Komunikasi Jurnal Ilmu Komunikasi Politik dan Komunikasi Bisnis Vol 5 No 2 Des 2021 pp. 129-139 P-ISSN 2549-0613, E ISSN 2615-7179 137 Group dan Google Meet untuk penyampaian instruksi secara singkat, dan menggunakan Google Sheets sebagai media pengumpulan implementasi instruksi. Sementara untuk pesan yang bersifat tidak mendesak dan informatif, penyampaian dilakukan dengan menggunakan e-mail dan Whatsapp Group. Gambar 1. Hasil olahan penelitian 2021 Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa setidaknya terdapat ada empat tahapan yang menjadi perhatian dalam proses adopsi teknologi komunikasi kepemimpinan di PT Home Center Indonesia INFORMA yaitu perencanaan adopsi teknologi komunikasi, persiapan adopsi teknologi komunikasi, pelaksanaan adopsi teknologi komunikasi, dan evaluasi. Proses perencanaan teknologi komunikasi ini dilakukan oleh top management dengan divisi Information Technology IT untuk melakukan analisis kebutuhan perusahaan dan karyawan, dimana tiga faktor utama yang menjadi alasan adopsi teknologi adalah a. Kecepatan, yaitu bagaimana teknologi komunikasi dapat menyampaikan informasi dengan cepat dan akurat. b. Keamanan, yaitu bagaimana teknologi komunikasi yang digunakan oleh perusahaan aman untuk digunakan dari sisi legalitas dan juga mencegah kebocoran informasi. c. Kemudahan, yaitu bagaimana teknologi komunikasi yang digunakan perusahaan mudah untuk digunakan dan diakses oleh karyawan, mengingat INFORMA memiliki lebih dari orang karyawan dengan jabatan yang berbeda dan kebutuhan informasi yang berbeda, termasuk gawai dengan spesifikasi yang sangat beragam, sehingga teknologi komunikasi yang digunakan juga perlu mempertimbangkan kemudahan atau user friendliness. Sementara tahap persiapan dilakukan dengan mempersiapkan infrastruktur dan legalitas yang dibutuhkan untuk pelaksanaan adopsi teknologi komunikasi. Tahap pelaksanaan dilakukan dengan menggunakan teknologi komunikasi dalam berbagai aktivitas perusahaan seperti rapat daring dengan menggunakan Microsoft Teams dan Avaya Video Conference. Tahap evaluasi dilakukan setelah pelaksanaan dilakukan dan mengumpulkan respon atau feedback dari pengguna teknologi tersebut sebagai acuan untuk pengembangan selanjutnya. Perspektif Komunikasi Jurnal Ilmu Komunikasi Politik dan Komunikasi Bisnis Vol 5 No 2 Des 2021 pp. 129-139 P-ISSN 2549-0613, E ISSN 2615-7179 138 SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa komunikasi kepemimpinan yang dilakukan para Store Manager di PT Home Center Indonesia INFORMA terjadi dalam tiga tahapan yaitu penyampaian dari Head Office HO sebagai representasi top management kepada kepala cabang Store Manager. Tahap berikutnya adalah pemilihan gaya komunikasi kepemimpinan yang akan digunakan untuk menyampaikan informasi kepada karyawan cabang, dan tahap terakhir yaitu penyampaian informasi melalui media komunikasi yang dipilih para Store Manager berdasarkan jenis dan karakteristik informasi yang disampaikan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pemahaman Store Manager terhadap jenis informasi dan karakteristik pesan menjadi sangat vital, terutama melihat fungsi Store Manager yang menjalankan alignment function antara top management HO dengan karyawan cabang. Persepsi Store Manager, Internal Values, serta analisis situasi menjadi tiga hal yang menentukan preferensi gaya komunikasi kepemimpinan yang digunakan. Selain itu, terdapat empat tahapan adopsi teknologi komunikasi yang dilakukan oleh PT Home Center Indonesia yaitu Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa setidaknya terdapat ada empat tahapan yang menjadi perhatian dalam proses adopsi teknologi komunikasi kepemimpinan di PT Home Center Indonesia INFORMA yaitu perencanaan adopsi teknologi komunikasi, persiapan adopsi teknologi komunikasi, pelaksanaan adopsi teknologi komunikasi, dan evaluasi. Penelitian ini tentunya memiliki ruang untuk pengembangan riset lebih lanjut khususnya dalam menguji efektivitas komunikasi kepemimpinan yang dijalankan di PT Home Center Indonesia INFORMA sehingga dapat melihat secara langsung signifikansi gaya komunikasi kepemimpinan terhadap outcome atau performa perusahaan. Penelitian ini pada akhirnya diharapkan dapat bermanfaat bagi para stakeholder PT Home Center Indonesia khususnya para pemimpin dan Store Manager, untuk memahami secara komprehensif mengenai gaya komunikasi kepemimpinan dan teknologi komunikasi yang dapat diadopsi dalam upaya menjaga perjalanan bisnis agar tetap bertahan dan bertumbuh di tengah pandemi COVID-19. DAFTAR PUSTAKA Akbari, T., & Pratomo, R. 2021. The New Normal Leadership How Technology Alter Communication Style in Contemporary Organization. Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia, 61, 23 Bergman, Sandra. 2020. The Dynamics of Developing Leadership Communication in Organisations. Creswell, A. 2018. Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed III ed.. A. Fawaid, Trans. Yogyakarta Pustaka Pelajar. Enyioko, Newman. 2021. Effect of Leadership Communication on Organisational Behaviour. Hasibuan, Melayu Sultan Parlaguat. 2010. Organisasi dan Motivasi Dasar Peningkatan Produktivitas Jakarta Bumi Aksara. Luo, Wenhao & Song, Jiwen & Gebert, Diether & Zhang, Kai & Feng, Yunxia. 2016. How does leader communication style promote employees’ commitment at times of change?. Journal of Organizational Change Management. 29. 242-262. Miller, Katherine. 2015. Organizational Communication Approaches and Processes seventh edition Australia Cengage Learning. Mulyana, D. 2011. Metodologi Penelitian Kualitatif Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Perspektif Komunikasi Jurnal Ilmu Komunikasi Politik dan Komunikasi Bisnis Vol 5 No 2 Des 2021 pp. 129-139 P-ISSN 2549-0613, E ISSN 2615-7179 139 Sosial Lainnya. BandungRosdakarya. Panta 2018. The Specificity of Leadership CommunicationDOI Robbins, Stephen P. & Timothy A. Judge. 2008. Perilaku Organisasi Edisi ke-12, Jakarta Salemba Empat. ResearchGate has not been able to resolve any citations for this publication. Sandra BergmanLeadership development is an area which is a top priority for organisations. While communication has historically been viewed as one of many leadership activities, it has recently been suggested to be more central to, even constitutive of, leadership. It has also been put forth that communication researchers may provide a means to develop new theoretical frameworks from which to develop leadership. The purpose of this thesis is to further the theoretical understanding of communicative leadership development, specifically in the form of training efforts. Furthermore, the goal is to provide a new understanding to practitioners who are working with the development of communicative leadership. This is a compilation thesis that consists of three papers. An initial literature review shows that the development of leadership communication receives interest from fields related to health, for instance, from nursing teams, businesses, the military and construction. On the other hand, the subject doesn’t receive as much attention from the field of communication studies. The results of the thesis are based on interviews with managers and communication professionals in two organisations. The findings show several benefits from having communication professionals take on a role as communication trainers, such as increased visibility of the communication department within the organisation and the opportunity to continue to support the leaders after the trainings. Additionally, a framework of adult learning is used to analyse the interviews, which highlights several points of adult learning that are relevant to the development of leadership communication. Based on the empirical data and the literature review, a model of communicative leadership development is suggested. This model is an amalgamation of what was learned from the three papers and summarises the understanding that was gained. Moreover, the model should provide practitioners with a basis for developing communicative leadership trainings as well as for developing the theory of communicative Raj PanthaThis paper analyzes and discusses the link between leadership and communication. Drawing the leadership specific communication traits into discussion, the paper announces that leadership communication is different from followership communication. Among many, three particular discussion points have been taken into account viz. memorability of messages, the use of business stories and nonverbal signals. Organizational leaders resort to the higher memorability of their messages using the stories and the strengthening of the messages is made possible through the stronger gestures, postures, eye movements and very congruent voices. Thus, this paper contends that leadership employs the communications patterns that are different from other executive positions in an organizational Design Pendekatan Kualitatif, KuantitatifA CreswellCreswell, A. 2018. Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed III ed.. A. Fawaid, Trans. Yogyakarta Pustaka of Leadership Communication on Organisational BehaviourNewman EnyiokoEnyioko, Newman. 2021. Effect of Leadership Communication on Organisational Behaviour. Organisasi Edisi ke-12Stephen P RobbinsA TimothyJudgeRobbins, Stephen P. & Timothy A. Judge. 2008. Perilaku Organisasi Edisi ke-12, Jakarta Salemba Empat. ArticlePDF AvailableAbstractThis study aims to determine the understanding of the mine repellent group communication strategy through the CSR program. Research using qualitative descriptive approach with the constructivist paradigm. Data collection technique used the techniques of interview and literature study. The study design is done with the design of the case study. The results showed has been running various CSR programs that include four areas of activity community development, education, health and infrastructure improvements. Nevertheless, the rejection of a repellent group remain. Some of the factors, the program is limited to a certain group, employment is still very limited, and the tendency of corporations to be closed to some sensitive issues like IUP, illegal miners and environmental damage. Constraints faced by the corporation less communicate openly with repellent group, the CSR program is also still limited to a few groups, the limited competence of communicating CSR employee-related mines, as well as the personal interests of the group repellent utilizing the mine issue. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for freeContent may be subject to copyright. CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY SEBAGAI STRATEGI KOMUNIKASI BISNIS PERUSAHAANMarselinus Nuba Sabini dan Leila Mona GaniemMagister Ilmu Komunikasi Komunikasi Universitas Mercu Buana, Jl. Menteng Raya Jakarta Pusat, No Telp 021 3193-5454Email study aims to determine the understanding of the mine repellent group communication strategy through the CSR program. Research using qualitative descriptive approach with the constructivist paradigm. Data collection technique used the techniques of interview and literature study. The study design is done with the design of the case study. The results showed has been running various CSR programs that include four areas of activity community development, education, health and infrastructure improvements. Nevertheless, the rejection of a repellent group remain. Some of the factors, the program is limited to a certain group, employment is still very limited, and the tendency of corporations to be closed to some sensitive issues like IUP, illegal miners and environmental damage. Constraints faced by the corporation less communicate openly with repellent group, the CSR program is also still limited to a few groups, the limited competence of communicating CSR employee-related mines, as well as the personal interests of the group repellent utilizing the mine Communication Strategy, CSR, Public, Group repellent, Mine, Resistance, ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman kelompok penolak tambang menggunakan strategi komunikasi melalui program Corporat Social Resposibility CSR Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan studi kepustakaan. Desain penelitian dilakukan dengan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan sudah menjalankan program CSR, melalui program pemberdayaan masyarakat, pendidikan, kesehatan, dan perbaikan infrastruktur. Kendati demikian, penolakan masih tetap ada. Beberapa faktor penyebabnya adalah program masih terbatas pada kelompok tertentu, penyerapan tenaga kerja masih terbatas, kecenderungan korporasi untuk tertutup terhadap beberapa isu sensitif, seperti perolehan IUP, penambangan liar dan kerusakan lingkungan. Selain itu, kendala yang dihadapi adalah korporasi kurang berkomunikasi secara terbuka dengan kelompok penolak, program CSR masih terbatas pada beberapa kelompok, keterbatasan kompetensi berkomunikasi karyawan CSR terkait tambang, serta adanya kepentingan pribadi dari kelompok penolak dengan memanfaatkan isu tambang. Kata kunci Strategi Komunikasi, CSR, Keterbukaan, Kelompok Penolak, Tambang, di bidang pertambangan sering mengalami penolakan dari komunitas sekitarnya. Masyarakat sangat reaktif terhadap perusahaan tambang yang berinvestasi di daerahnya. Menurut Prayogo 2004 47, ada beberapa faktor utama penolakan warga. Pertama, proses pemberian Izin Usaha Pertambangan IUP tidak transparan. Sejak diberlaku-kannya otonomi daerah, IUP menjadi hak Kepala Daerah. Wewenang yang dimiliki sering dimanfaatkan untuk kepentingan politik seperti bantuan biaya untuk Pilkada. Kedua, tidak adanya komunikasi dengan masyarakat di sekitar area pertambangan. Pemerintah daerah dengan para investor tambang hanya melakukan lobi politik di tingkat elit tanpa melibatkan masyarakat. Ketiga, pihak perusahaan mengabaikan hak-hak masyarakat lokal. Perusahaan tidak menghargai struktur adat dan sistem sosial masyarakat setempat. Hak ulayat 347Marselinus Nuba dan Leila Mona, Corporate Social Responsibility. . .warga sering diabaikan dengan alasan sudah mendapatkan IUP. Keempat, perusahaan kurang responsif terhadap kerugian atau penderitaan yang dialami warga, dan terjadinya kesenjangan sosial antara perusahan dengan masyarakat sekitar. Kelima, kerugian lain yang mengikutinya. Dalam laporan Greenpeace 2014 berjudul “Batubara Melukai Perekonomian Indonesia,”diungkapkan bahwa industri ekstraktif batubara diharapkan dapat menjadi penggerak utama perekonomian Indonesia, namun industri ini justru melukai ekonomi nasional, memperburuk kemiskinan, dan mengancam penghidupan masyarakat yang tinggal di sekitar operasi pertambangan pertambangan pada dasarnya bermanfaat bagi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional, antara lain ; 1Menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat, 2Hasil produksi tambang dapat digunakan untuk memenuhi permintaan pasar domestik maupun pasar internasional, sehingga hasil ekspor tambang tersebut dapat meningkatkan pendapatan dan pertumbuhan ekonomi negara. Sektor pertambangan juga memberikan efek pengganda yang menjadi pemicu pertumbuhan sektor lainnya serta menyediakan kesempatan kerja bagi sekitar 34 ribu tenaga kerja langsung Tantangan umum yang dihadapi perusahaan tambang saat ini adalah bagaimana mengubah citra tambang yang dipersepsikan sebagai kegiatan yang merusak lingkungan dan merusak tatanan sistem dan soliditas sosial masyarakat. Salah satu cara yang dapat dilakukan perusahaan untuk membangun citra positif adalah menerapkan strategi komunikasi yang tepat dan cocok sesuai dengan karakter lingkungan yang di-hadapinya. Strategi komunikasi adalah suatu transaksi, proses simbolik yang meng-hendaki orang-orang mengatur ling-kungannya 57. Stra tegi komunikasi perusahaan merupa kan hal penting dalam mengelola kondisi lingkungan yang tidak pasti, baik untuk mencegah situasi krisis, maupun ketika perusahaan sedang mengalami situasi ABC merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan tembaga di wilayah Jawa Timur bagian utara. Sejak berdiri pada tahun 2012, PT. ABC sudah menjalankan program Corporate Social Responsibilty CSR untuk membangun situasi yang kondusif di lingkungan sekitar. Program Corporate Social Responsibilty CSR PT. ABC dilandasi kesadaran perusahaan untuk berkontribusi positif kepada lingkungan sekitar juga sebagai langkah strategik dalam menghadapi penolakan kelompok penolak awal kehadirannya, PT. ABC mendapat penolakan dari mayoritas masyarakat sekitar. Masyarakat penolak memiliki tuntutan. Tuntutan mereka antara lain; 1 Mempertanyakan aspek legalitas perusahaan IUP, 2 Meminta perusahaan agar berlaku adil dalam perekrutan tenaga kerja dengan mengutamakan masyarakat setempat, 3Meminta kompensasi uang tunai sebesar 2-3 miliar kepada setiap kepala keluarga KK, 4Memberikan lokasi dari IUP untuk masyarakat yang selama ini sudah melakukan penambangan. 5Meminta perusahaan untuk menjaga moralitas dan menghindari tindakkan asusila di lingkungan penolak menggulirkan beberapa isu. Pertama, PT. ABC tidak mampu menerapkan teknik pe-nambangan yang ramah lingkungan. Kedua, isu kesehatan bahwa warga di sekitar tambang akan mengalami 348Jurnal Komunikasi ASPIKOM, Volume 2 Nomor 5, Juli 2015, hlm 346-356gangguan kesehatan karena polusi udara dan kebisingan. Ketiga, keber-adaan aktivitas pertambangan akan menyebabkan ketidaknyamanan karena lalu lintas alat berat. Keempat, produksi ikan di lautan sekitar lokasi tambang akan berkurang karena pembuangan limbah ke laut. Kelima, penambangan tersebut dianggap dapat mengancam keselamatan masyarakat yang bermukim di sekitarnya karena terpaan angin barat daya pada bulan-bulan komunikasi sosial Depar-temen CSR PT. ABC dilakukan oleh Divisi Comrel, Govrel, dan Public Relations. Program sosial dari ketiga divisi ini dilaksanakan menurut tingkat kebutuhan masyarakat sekitar sesuai dengan peng-kajian dan pengamatan di lapangan. Departemen Corporate Social Responsibilty CSR PT. ABC memiliki empat sasaran utama komunikasi sosial yang dilakukan, yaitu; 1Menjalin komunikasi yang intens dan berkelanjutan dengan unsur pemerintah desa dan Kecamatan, 2Komunikasi yang intens dan berkelanjutan dengan para kiai dan tokoh agama, 3Komunikasi dengan masyarakat sekitar area pertambangan terutama di Ring I, 4 Komunikasi dengan kelompok penolak tambang. Banyak program yang dilakukan CSR PT. ABC untuk membangun citra positif namun penolakan terhadap aktivitas pertambangan tetap ada. Kelompok pe-nolak masih memiliki kecurigaan yang tinggi terhadap perusahaan. Kelompok penolak menilai ada hubungan ekonomi politik antara pengusaha PT. ABC dengan penguasa yang mengakibatkan kerugian ekonomi dan sosial bagi masyarakat lokal. Program CSR PT. ABC tetap dinilai sebagai kegiatan yang lip service untuk membungkam penolakkan warga. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis pemahaman kelompok penolak tambang terhadap strategi komunikasi Departemen Corporate Social Responsibilty CSR PT. PenelitianPenelitian ini menggunakan tipe penelitian deskriptif dengan metode studi kasus. Tipe penelitian deskriptif bertujuan untuk menggambarkan secara sistematis faktual dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi tertentu Husaini dan Purnomo, 20064. Penelitian deskriptif bersifat pemberian, artinya mencatat secara teliti segala gejala fenomena yang dilihat dan didengar serta dibacanya melalui wawancara, catatan lapangan, foto, video, dokumen pribadi, catatan atau memo, dokumen resmi, tidak sresmi, dan lain-lain. Peneliti membandingkan, mengombinasikan, mengabstraksikan dan menarik kesimpulan Burhan Bungin. 2007 93. Teknik pengumpulan data primer dilakukan dengan cara wawancara yang dilakukan secara langsung dan mendalam dengan narasumber penanggungjawab program CSR, Humas PT. ABC, dan masyarakat penolak tambang. Data primer berupa pemahaman masyarakat penolak tambang dan perusahaan PT. ABC mengenai program CSR yang dilakukan, apakah tepat sasaran atau belum. Penelitian ini menggunakan triangulasi sumber untuk memeriksa keabsahan data, yaitu sumber lain dari penolak tambang dan pemerintah .Hasil Penelitian dan PembahasanSejak PT. ABC mulai memasuki tahap eksplorasi di Tiwu Tanah Jawa Timur pada 2009, sudah muncul beragam reaksi dari komunitas lokal. Ada kelompok masyarakat yang koperatif, kelompok ini mendukung keberadaan PT. ABC namun dengan beberapa persyaratan, ada yang bersikap netral dan ada juga kelompok yang menolak. Sejauh ini, sikap penolakan masya-rakat sangat dinamis, ada beberapa tokoh 349Marselinus Nuba dan Leila Mona, Corporate Social Responsibility. . .yang sebelumnya menolak, akhirnya mendukung tambang karena aspirasinya diakomodasi oleh PT. ABC. Banyak masyarakat yang konsisten untuk tetap menolak karena masih menilai bahwa PT. ABC belum memberi banyak manfaat untuk warga sekitar penolak tambang PT. ABC adalah warga yang bekerja sebagai petani, penambang rakyat, orang yang berkepentingan dengan isu tambang, dan aktivis lingkungan. Para penolak mengharapkan resistensi terhadap aktivitas pertambangan menjadi gerakan bersama dari semua kelompok yang merasa dirugikan. Bentuk penolakan antara lain; 1 Demonstrasi di lokasi tambang, 2 Menyebarkan opini negatif kepada komunitas sekitar,3 Pemasangan spanduk dan menyebarkan selebaran penolakan di jalan dan tempat umum, 4 Menuntut ke bupati dan lobi di DPRD kabupaten untuk mencabut IUP PT. ABC. Tuntutan dibuat oleh kelompok penolak dan mengarah pada beberapa isu, yaitu ; 1 Mempertanyakan aspek legalitas perusahan IUP. Menurut mereka, IUP yang diberikan oleh bupati tidak melalui prosedur yang jelas dan transparan. Bupati memberikan IUP dari perusahaan ITC ke PT. ABC tanpa melalui sosialisasi kepada masyarakat di sekitar Tiwu Tanah, 2 Perekrutan karyawan dari warg a lokal terutama di Ring I tidak sesuai harapan komunitas. Menurut penolak tambang, perekrutan tenaga kerja belum mampu menyerap tenaga kerja, masih banyak anak muda di Ring I yang menganggur. Perekrutan warga lokal juga masih terbatas pada tenaga non-skill, 3 Meminta ganti rugi uang tunai sebesar 2-3 miliar per-Kepala Keluarga. 4 Memberikan area penambangan untuk penambang tradisional yang selama ini sudah melakukan penambangan, termasuk di area IUP PT. ABC, 5 Menuntut perusahaan agar peduli dan respect dengan warga sekitar, menghindari tindakan asusila dan mencegah kesenjangan sosial antar karyawan dengan warga penelitian ini ditemukan bahwa terdapat ketidakseimbangan relasi yang terjadi antara PT. ABC dengan kelompok penolak tambang. Dalam hubungan sosial, ada pola komunikasi yang dominan dari pihak perusahaan yang menentukan pola hubungan sosial, ekonomi dengan komunitas sekitar. Ketidakseimbangan hubungan tersebut berpengaruh pada cara pandang terhadap satu sama lain. Kontras dengan itu, masyarakat setempat dan penambang tradisional tidak memiliki modal yang cukup untuk mengelola kekayaan alam di lingkungannya. Mereka hanya mengandalkan peralatan tradisional dengan fasilitas seadanya, dengan teknik penambangan yang sederhana, juga tidak memiliki rencana penambangan jangka panjang. Komunitas sekitar dan penambang liar yang kurang berpendidikan, dan tidak memiliki keahlian dalam bidang pertambangan. Mereka juga tidak dapat direkrut menjadi karyawan yang ber-skill karena kurang terlatih. Sehingga mereka hanya berharap untuk direkrut menjadi karyawan non-skill dan mendapatkan keuntungan ekonomis dari penambangan. Sementara keberadaan penambang liar di sekitar daerah penambangan PT. ABC tidak mendapat izin resmi dari pemerintah daerah. Petak yang selama ini menjadi lahan penambangan warga merupakan bagian dari wilayah IUP PT. ABC. Dengan ketiadaan perlindungan politik dan hukum, aktivitas penambangan liar tersebut kapan saja dapat dihentikan oleh Komunikasi PT. ABCStrategi komunikasi PT. ABC adalah bentuk respon dari perusahaan terhadap tuntutan warga. Tujuan penolakan dari warga adalah untuk mendapatkan respon dari perusahaan. Oleh karena itu, strategi komunikasi harus memahami kebutuhan 350Jurnal Komunikasi ASPIKOM, Volume 2 Nomor 5, Juli 2015, hlm 346-356warga dan kondisi sosial ekonomi yang berkembang di komunitas dengan cara ; 1 Merekrut karyawan non skill dari masyarakat setempat. Dalam perekrutan tenaga kerja terutama yang non skill, PT. ABC memprioritaskan masyarakat lokal di Kecamatan Seredindung yang tersebar di lima desa. Pada saat ini jumlah karyawan yang berkerja di PT. ABC 797 orang. Dari jumlah tersebut yang berasal dari warga lokal berjumlah 762 orang, dan ada 573 orang yang berasal dari wilayah Ring I, Kecamatan Seredindung, 2Memberi perhatian khusus kepada tokoh penolak. Departemen Corporate Social Responsibilty CSR PT. ABC memberi perhatian kepada para tokoh penolak dengan berbagai bentuk bantuan dan kerja sama yang saling menguntungkan. Setiap program sosial Corporate Social Responsibilty CSR selalu dikomunikasikan dengan mereka, masukan para tokoh menjadi materi pertimbangan dalam perumusan kebijakkan dan distribusi program, 3PT. ABC bekerja sama dengan kelompok penolak dengan menjadikan mereka local supplier. PT. ABC berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat lokal dengan menjadikan mereka sebagai suplier beberapa jenis materil bangunan dan makanan. PT. ABC juga menyewa jasa kendaraan para pengusaha lokal. Selain itu, perumahan warga dijadikan kantor dan camp sejak tahap eksplorasi hingga tahap konstruksi. Dari 102 mitra kerja,84 diantaranya berasal dari Kecamatan Seredindung. Pembelian kepada mitra kerja lokal selama bulan Januari-Juni 2015 terus meningkat dengan nilai keseluruhan mencapai Rp 4,378 Milyar. Manajemen PT. ABC merespon tuntutan dengan mengalokasi waktu staf Corporate Social Responsibilty CSR untuk lebih banyak berada di lapangan agar dapat membaur dengan masyarakat. Tujuannya, untuk menemui dan menjalin silaturahmi dengan kelompok penolak atau masyarakat yang belum bersikap terbuka terhadap perusahaan karena tidak mendapat informasi yang memadai terkait PT. ABC. Dalam setiap perjumpaan dengan warga, staf Corporate Social Responsibilty CSR memberikan penjelasan terkait tambang, kegiatan sosial yang sudah dilakukan PT. ABC, dan sisi manfaat Corporate Social Responsibilty CSR PT. ABC merekrut karyawan perempuan yang memiliki kompentensi komunikasi yang bagus dan pemahaman terhadap dunia pertambangan. Ini merupakan bentuk strategi perusahan untuk menarik simpati warga yang cenderung bersikap keras terhadap perusahaan. Para karyawati itu melakukan pendekatan komunikasi interpersonal yang asertif dan persuasif dengan tokoh penolak dan warga. Mereka mensosialisasikan program CSR perusahaan, manfaat tambang dan menjawab berbagai pertanyaan masyarakat terkait kegiatan pember-dayaan masyarakat bertujuan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat lokal dalam memanfaatkan potensi kekayaan alam di lingkungannya. Pem-ber dayaan masyarakat lokal menjadi sangat penting karena mereka tidak memiliki modal yang cukup, keterampilan yang terbatas dan tidak memiliki kekuatan politik-hukum berhadapan dengan perusahaan. PT. ABC telah melakukan program pemberdayaan, yaitu; 1 Membantu pengembangan usaha pertanian, perikanan dan peternakan, 2 PT. ABC memberdayakan kaum ibu melalui pembudidayaan tanaman sayuran dan lainnya, 3 PT. ABC membangun kerja sama dengan para pengusaha lokal agar mampu bersaing dengan pengusaha dari daerah lainnya. Mereka menjadi local supplier kebutuhan operasional perusahan dan penyedia jasa 351Marselinus Nuba dan Leila Mona, Corporate Social Responsibility. . .penyewaan transportasi dan Corporate Social Responsibilty CSR juga ditujukan untuk perbaikan dan penyediaan infrastruktur di lingkungan sekitar area tambang. Program-program itu meliputi proyek saluran irigasi, gedung Taman Pengajian, bedah rumah warga dan pembangunan jogging track lapangan olah sarana infrastruktur juga dilakukan dalam bidang pendidikan. Antara lain, perbaikan gedung sekolah, penyediaan perpustakaan dan penambahan ruang kelas di Kecamatan Seredindung. Program di bidang kesehatan yang sudah dijalankan antara lain, program Bakti Sosial Kesehatan, Pengobatan dengan tokoh masyarakat dilakukan staf Corporate Social Responsibilty CSR dengan menerapkan model komunikasi interpersonal dengan para tokoh, baik tokoh adat maupun tokoh agama. Model komunikasi interpersonal PT. ABC menjelaskan kegiatan yang dilakukan karyawan dalam melakukan Corporate Social Responsibility CSR dengan mengunjungi rumah para tokoh untuk berdiskusi dan melakukan sosialisasi program perusahaan. Dalam beberapa kesempatan, para tokoh diundang ke camp pertambangan untuk silahturahmi. Diharapkan dengan kegiatan tersebut terbangun opini yang positif kepada perusahan. Kedua, dilakukan komunikasi dengan kelompok penolak tambang. Staf Corporate Social Responsibility CSR secara intens bertemu dengan kelompok penolak tambang untuk beramah tamah sehingga pihak perusahaan tahu apa yang menjadi keinginan mereka. Ketiga, media gathering. Peranan media massa sangat penting dalam menyampaikan informasi yang benar dan objektif kepada masyarakat, oleh karena itu diperlukan media agar bisa menyampaikan informasi mengenai apa yang telah dilakukan oleh PT. ABC dalam memenuhi tuntutan masyarakat. Seperti yang terjadi di daerah lainnya, penolakan warga terhadap tambang didasari sikap kecurigaan atau prasangka terhadap perusahaan karena merasa keuntungan ekonomis dari hasil Gambar 1. Model Komunikasi Interpersonal PT. ABC 352Jurnal Komunikasi ASPIKOM, Volume 2 Nomor 5, Juli 2015, hlm 346-356sumber daya alam di lingkungan mereka tidak memiliki trickle-down effect kepada masyarakat. Dalam rentang waktu 3 tahun terakhir, kelompok penolak tambang yang terdiri LSM dan beberapa tokoh masyarakat setempat terus melakukan aksi penolakan terhadap perusahaan. Disisi lain hal positif datang dari kerja sama antara pemerintah kecamatan, desa dengan PT. ABC. Hal ini tercermin dari adanya beberapa kebijakan dan program pemerintah yang merupakan hasil rumusan bersama dengan pihak PT. ABC. Penolakan tambang karena adanya program Corporate Social Responcibility CSR hanya dinikmati segelintir orang. Keuntungan PT. ABC tidak ada untuk warga setempat. Beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat LSM yang ada di sekitar perusahaan menyayangkan sikap perusahaan yang dinilainya tidak adil dalam merekrut tenaga kerja. Bagi Lembaga Swadaya Masyarakat LSM, perusahaan gagal menekan angka pengangguran di wilayah tersebut. Keuntungan yang didapat oleh PT. ABC sangat besar sementara yang diterima masyarakat hanya sebagian kecil saja. Kami melakukan demonstrasi atas dasar tersebut. LSM dan warga penolak lainnya menuntut agar mendapat uang kompensasi per-kepala keluarga dipandang layak. Pihak yang dirugikan atas berdirinya perusahaan perusak lingkungan, tidak mendapat kerugian yang kedua kalinya, wawancara dengan Rosid, salah satu anggota dari Lembaga Swadaya Masyarakat LSM. Salah seorang warga setempat mengatakan bahwa program CSR PT. ABC terlalu monoton kepada orang kelompok penolak tambang, sehingga kelihatannya program CSR hanya untuk membujuk para tokoh agar mengubah sikap dan berpihak pada pengamatan di lapangan dan wawancara dengan para tokoh penolak, peneliti menilai bahwa isu penolakan tambang dari kelompok penolak tidak berdiri sendiri dengan isu lainnya. Isu tambang dijadikan medium untuk mendapatkan dan memperjuangkan sesuatu yang lain dari kelompok penolak. Artinya, kelompok penolak tambang memiliki misi pribadi terkait isu tambang, tidak murni untuk memperjuangkan lingkungan menjadi salah satu isu yang berkembang saat ini. Gugusan di wilayah tersebut berfungsi untuk menghadang terpaan angin pada bulan tertentu. Masyarakat mencemaskan apabila nanti pegunungan Tiwu Tanahdigusur, maka akan membahayakan keselamatan mereka terutama bagi yang berada di sekitar lokasi mining merupakan salah satu isu penting terkait pengelolahan aset Tiwu Tanah. Para penambang tradisional berjumlah sekitar 1000 orang. Dengan dimulainya eksplorasi PT. ABC sangat potensial untuk menghentikan aktivitas para penambang liar. Padahal, penambangan rakyat yang sudah mereka lakukan selama ini sudah menjadi pekerjaan terhadap tambang Tiwu Tanah tidak terlepas dari kepentingan politik. Pada pemilu legislative tahun 2014 lalu, banyak caleg yang menggunakan isu tambang untuk menggalang dukungan warga. Para caleg berjanji akan berjuang untuk menghentikan aktivitas tambang di Tiwu Tanah apabila terpilih. Pada saat itu, isu tambang kembali menghangat dan mendapat dukungan penuh dari kelompok penolak tambang memiliki misi pribadi dalam memainkan isu tambang. Antara lain dari sisi sosial mereka mau diakui sebagai tokoh yang memperjuangkan nasib warga sekitar. Dari sisi ekonomi, kelompok penolak 353Marselinus Nuba dan Leila Mona, Corporate Social Responsibility. . .sebenarnya mendapatkan perhatian khusus dari PT. ABC dengan menjadikan mereka local supllier bahan makanan, materil bangunan dan berbagai bentuk kerja sama lainnya. Mereka memainkan isu tambang dengan tujuan agar perusahan memberikan respon dengan melakukan pendekatan pribadi kepada kelompok merupakan sebuah fenomena sosial dari pihak yang dirugikan oleh kelompok dominan yang mendominasi aset strategis di lingkungan sekitarnya. Sikap ini sebagai konsekuensi dari relasi yang tidak seimbang antara perusahan yang didukung oleh kekuatan politik-hukum dari pemerintah daerah dengan komunitas sekitar yang tidak mampu mengimbangi dominasi tersebut. Sebagaimana yang dikatakan oleh Gallie dan Paugam dalam Silver 2007 12, bahwa eksklusi sosial merujuk pada suatu situasi di mana orang-orang menderita sebagai akibat dari ketidak-beruntungan secara kumulatif dari marjinalisasi di pasar kerja, kemiskinan, dan isolasi sosial. Aspek yang saling terkait ini yang menyebabkan individu tidak memiliki sumber daya ekonomi dan sosial untuk berpartisipasi di kehidupan Scott, 2000 321, mendenisikan resistensi atau penolakan sebagai semua tindakan dari anggota masyarakat kelas bawah dengan maksud untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Setiap tindakan anggota kelas masyarakat yang rendah dengan maksud melunakkan atau menolak tuntutan-tuntutan yang dikenakan pada kelas itu oleh kelas-kelas yang lebih atas misalnya tuan tanah, negara, pemilik mesin, pemberi pinjaman uang atau untuk mengajukan tuntutan-tuntutannya sendiri misalnya pekerjaan, lahan, kemurahan hati, penghargaan terhadap kelas-kelas atas. Penolakan dalam konsep James Scott bertujuan untuk mendapatkan reaksi dari pihak yang dilawan. Penolakan dapat dilihat sebagai upaya untuk membangun keseimbangan dan kesetaraan dari situasi yang menghimpit kelompok lemah akibat tindakan atau kebijakkan kelompok yang lebih kuat. Sehingga pada hakikatnya, resistensi muncul sebagai usaha untuk mencapai demokrasi yang secara nyata memberikan kebebasan dan kesetaraan Hardt & Negri. 2000 223.Dalam banyak kasus, penyebab konik pertambangan di Indonesia adalah faktor politik, hukum, sosial dan ekonomi. Pertama, penguasaan lahan tanah ulayat oleh perusahaan tambang dengan payung IUP oleh Pemda. Sepanjang 2013, KPA mencatat 369 konik agraria dimana kasus pertambangan sebesar 38 10,3%. Kondisi ini sejalan dengan teori kelangkaan yang dikemukakan oleh Michael Harner 1970, Morton Fried 1967 dan Lesser Blumberg 1978 dalam Ansori. 2013 69, bahwa tekanan penduduk dan kelangkaan lahan untuk produksi akan menyebabkan konik, karena tekanan penduduk menyebabkan perbedaan akses terhadap sumber daya ekonomi. Konik penguasaan lahan ini disebabkan oleh tidak adanya pengakuan kuat tentang hak-hak masyarakat adat terhadap tanah, wilayah dan sumber daya pertambangan. Pada dasarnya strategi komunikasi adalah penentuan pendekatan yang digunakan oleh suatu perusahaan atau organisasi terhadap harapan komunitas sekitar dan bagaimana melaksanakan pendekatan tersebut dengan memanfaatkan sumber daya yang ada sesuai dengan kondisi lingkungannya. Dengan terciptanya dominasi PT. ABC atas komunitas lokal, PT. ABC perlu menerapkan strategi komunikasi agar kesenjangan itu tidak berlangsung terus menerus dan mengakibatkan konik sosial, namun mengharapkan terjadinya 354Jurnal Komunikasi ASPIKOM, Volume 2 Nomor 5, Juli 2015, hlm 346-356perubahan persepsi terhadap PT. ABC sehingga terbangunnya kerja sama yang baik atas dasar saling pengertian dan sebuah organisasi berpikir tentang strategi, dapat diartikan bahwa organisasi tersebut mempunyai visi masa depan, membangun kekuatan dan melakukan pendekatan-pendekatan yang berorientasi pada tujuan dan aksi. Untuk itu organisasi akan menentukan skala prioritas, dan mengelola aktivitas, anggaran dan sumberdaya manusianya secara sistematis, agar tujuan organisasi antara kedua pihak pada hakikatnya dapat terwujud bila kedua kelompok saling membuka diri untuk berdialog dan komunikasi. Kalau terbangun kesamaan persepsi dan kesepahaman maka akan menentukan sikap dari satu kelompok terhadap kelompok lainnya. Pihak korporasi sebagai pendatang seharusnya melakukan komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan kepada masyarakat sekitar baik yang pro dengan korporasi maupun yang kontra. Komunikasi korporasi dilandasi suatu keyakinan bahwa masyarakat pada dasarnya bersifat terbuka dan ingin berdialog secara terbuka baik dengan perusahan maupun dengan pemerintah. Prinsip kesetaraan dan keadilan harus menjadi landasan bersama agar tercipta hubungan yang seimbang, tidak ada kelompok yang bertindak sekitar harus merasakan adanya niat baik dari perusahan untuk saling menghormati dan saling mendengar satu sama lain. Program-program Corporate Social responsibility CSR sebagai strategi komunikasi perusahaan harus diterapkan dalam kerangka kerja sama yang saling mendukung dan berbagi agar semuanya mendapatkan manfaat tidak hanya untuk jangka menengah tetapi juga untuk jangka panjang. Dengan demikian, korporasi dapat menjauhkan diri dari kecendrungan untuk mendominasi lingkungan sekitar. Komunikasi merupakan hal yang sangat penting bagi suatu perusahaan dalam mengelolah lingkungan yang tidak pasti. Tantangan dunia usaha pertambangan dari waktu ke waktu semakin besar dan sering terjadi tanpa dapat diprediksi sebelumnya. Bagi perusahaan yang tidak memiliki kemampuan manajemen komunikasi strategik akan mengalami kesulitan untuk menentukan solusi terbaik untuk mengelola situasi kritis banyak kasus, masalah sosial terjadi karena perusahaan sering mengabaikan komunikasi perusahaan dengan lingkungan sekitar. Kecendrungan umum yang terjadi adalah korporasi kurang terbuka dan tidak transparan dengan masyarakat. Padahal, komunikasi yang terbuka merupakan langkah awal untuk membangun kesepahaman dan rasa saling percaya. Dengan komunikasi perusahaan akan didapat dengan langsung apa yang menjadi harapan, keluhan dan masukan dari komunitas dan masyarakat sekitar. Implikasi hasil studi ini menjelaskan bahwa program Corporate Social responsibility CSR merupakan salah satu pilihan alternatif bagi perusahaan tambang dalam menghadapi lingkungan yang tidak pasti, terutama penolakan warga sekitar tambang. Program Corporate Social responsibility CSR merupakan bentuk strategi komunikasi perusahaan yang berakar pada adanya kesadaran dari pihak manajemen perusahan bahwa lingkungan yang kondusif dapat tercipta melalui kerelaan korporasi untuk melibatkan diri dan berbuat sesuatu bagi masyarakat lokal. Setiap perusahaan membutuhkan strategi komunikasi yang baik agar bisa mencapai yang dilakukan oleh PT. ABC pada tahap awal operasi dan proses pengalihan IUP dari perusahaan 355Marselinus Nuba dan Leila Mona, Corporate Social Responsibility. . .sebelumnya ke PT. ABC kurang melibatkan masyarakat luas terutama kelompok aktivis dan tokoh yang berkepentingan dengan Tiwu Tanah. Masyarakat kurang memahami program PT ABC karena belum diberi penjelasan secara utuh terkait dengan penambangan seperti teknik penambangan, pengelolahan limbah, dan pengelolahan lingkungan. PT. ABC menyadari perlunya kontribusi positif bagi komunitas lokal, sesuai dengan misinya yaitu ikut meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar melalui pelaksanaan program-program Corporate Social responsibility CSR yang terdiri dari 4 pilar pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi dan infrastruktur.Kelompok penolak tambang memiliki motivasi pribadi atau bersikap ganda dalam perjuangan menolak keberadaan tambang di Tiwu Tanah. Hal ini dibuktikan dengan karakteristik penolak tambang aPenolak tambang tetapi mau menjalin kerja sama dengan PT. ABC sebagai local suplier, misalnya menjadi penyedia gorong-gorong, batu bata dan bahan makanan, bPenolak tambang mengajukan proposal permohonan bantuan kepada perusahaan dengan jumlah besar, cKelompok penolak tambang mengharapkan kompromi dan dialog dengan PT. ABC dalam memperjuangkan kepentingannya baik untuk keuntungan ekonomi maupun pengakuan penolakan terhadap tambang di Tiwu Tanah tidak murni berjuang untuk kepentingan pihak yang dirugikan namun berhubungan dengan kepentingan politik. Terbukti, isu tambang semakin kuat pada masa menjelang pilkada, pileg dan pilkades. Pada pemilu 2014, banyak caleg asal Seredindung menjadikan isu tambang Tiwu Tanah sebagai jualan politik. Implikasi penelitian ini bahwa PT. ABC harus meningkatkan kegiatan Program Corporate Social responsibility CSR yang melibatkan banyak orang seperti olahraga bersama dan kegiatan yang sifatnya mengumpulkan massa dalam jumlah besar, seperti olahraga bersama, rekreasi bersama warga dan megambil prakarsa dalam acara besar seperti acara agustusan. Program pemberdayaan perlu diperluas lagi dan meningkatkan pendampingan yang lebih solid, sehingga memudahkan kontrol dan pencapaian target baik jangka pendek maupun jangka panjang. PT. ABC perlu menjembatani dominasi perusahan atas warga lokal dengan membina hubungan sosial yang lebih solid untuk mengurangi kesenjangan sosial. Pelaksanaan program Corporate Social responsibility CSR PT. ABC perlu didukung oleh kemampuan komunikasi yang partisipatif, edukatif, dengan berprinsip pada kesetaraan, kebersamaan dan saling berlajar. PT. ABC meningkatkan kapasitas dan kompetensi komunikasi para karyawan Program Corporate Social responsibility CSR untuk merespon aspirasi masyarakat dan menjelaskan hal-hal teknis berkaitan dengan pertambangan. Bagi perusahan tambang di tempat lain agar membangun komunikasi terbuka dan sosialisasi terutama terkait perizinan dan aspek teknik sampai ke level masyarakat sejak awal kegiatan penambangan. Sosialisasi yang baik dari awal memudahkan langkah perusahan dalam tahapan proses penambangan selanjutnya. Keterbukaan dengan masyarakat merupakan hal yang sangat penting untuk meminimalisir penolakan warga karena kurangnya pemahaman terhadap prol dan kegiatan perusahaan. Korporasi tidak boleh mengabaikan atau membiarkan terjadinya situasi sosial yang kurang kondusif walaupun itu masih dalam skala kecil, karena konik sosial bermula dari hal-hal kecil yang 356Jurnal Komunikasi ASPIKOM, Volume 2 Nomor 5, Juli 2015, hlm 346-356selanjutnya bergerak secara terpola yang pada akhirnya menjadi konik PustakaAnsori, Mohammad Hasan. Korupsi, dan Kemunculan IUP di Indonesia. Jurnal Demokrasi dan HAM Vol. 10, 2013 The Habibie H. 2005. Pengantar Ilmu Komu-nikasi. Jakarta PT. Raja Grando PersadaHardt, Michael dan A. Negri. 2000. Biopolitical Production dalam Empire. Cambridge Harvard University Usman dan Purnomo Setiadi Akbar. 2006. Metodologi Penelitan Sosial, Jakarta Bumi Konik Antara Kor-porasi dan Komunitas Pengalaman Beberapa Industri. Tambang dan Minyak di Indonesia. Jurnal Masyarakat No 13. Jakarta Fisip James. 2000. “ Weapons of The Weak ; Everyday Forms of Peasant Resistance. Chicago Yale University dan Minyak di Indonesia. Jurnal Masyarakat No 13. Jakarta Fisip UI. Try Ananto Djoko WicaksonoThe research aims to analyze corporate social responsibility CSR on social media in PT Tip Top during the COVID-19 Pandemic. Social media usage in corporate social responsibility activities allows the creation of an interactive horizontal dialogue between the company and stakeholders. The research would find out how PT Tip Top Supermarket implements Corporate Social Responsibility on Social Media. The research uses qualitative research methods with a case study approach. The author uses holistic single case’ design. This research uses three sources of evidence, including direct observation, document analysis, and literature review. This research indicates that the CSR program on online media at PT Tip Top leads to the concept of corporate social Sulaeman Leila Mona GaniemBeroperasi di tengah ketatnya persaingan bisnis rokok, derasnya tekanan masyarakat maupun kebijakan pemerintah Djarum membutuhkan strategi bisnis yang kreatif. Program CSR Djarum Foundation dalam bentuk Program Sekolah Kejuruan Vocational School dipercaya menjadi salah satu strategi korporasi dalam upaya untuk bertahan bahkan mengembangkan bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keunggulan program Sekolah Kejuruan Djarum Foundation, strategi komunikasi, dan legitimasi masyarakat terhadap program. Penelitian deskriptif kualitatif ini mengumpulkan data melalui wawancara dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa Sekolah Kejuruan merupakan program CSR yang unggul, tidak mudah ditiru, dan berhasil mencapai tahap sustaining survival. Komunikasi program Sekolah Kejuruan dilakukan dengan pemilihan media, sasaran, isi pesan, dan narasumber secara efektif. Pendekatan tersebut menguatkan posisi strategis Djarum Foundation di level nasional dan internasional. Sekolah Kejuruan Djarum juga memperoleh legitimasi yang tercermin dari antusiasme masyarakat terhadap program; meningkatkan ekonomi masyarakat Kudus; dan apresiasi pemerintah baik daerah maupun Demokrasi DanJurnal Demokrasi dan HAM Vol. 10, 2013 The Habibie Ilmu Komunikasi. Jakarta PT. Raja Grafindo Persada Hardt, Michael dan A. Negri. 2000. Biopolitical Production dalam EmpireH CangaraCangara, H. 2005. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta PT. Raja Grafindo Persada Hardt, Michael dan A. Negri. 2000. Biopolitical Production dalam Empire. Cambridge Harvard University Production dalam EmpireMichael Dan HardtA NegriHardt, Michael dan A. Negri. 2000. Biopolitical Production dalam Empire. Cambridge Harvard University Antara Korporasi dan Komunitas Pengalaman Beberapa Industri. Tambang dan Minyak di IndonesiaD PrayogoPrayogo, Konflik Antara Korporasi dan Komunitas Pengalaman Beberapa Industri. Tambang dan Minyak di Indonesia. Jurnal Masyarakat No 13. Jakarta Fisip Korupsi, dan Kemunculan IUP di IndonesiaMohammad Daftar Pustaka AnsoriHasanDaftar Pustaka Ansori, Mohammad Hasan. 2013. Desentralisasi Korupsi, dan Kemunculan IUP di Indonesia. Jurnal Demokrasi dan HAM Vol. 10, 2013 The Habibie Usman dan Purnomo Setiadi AkbarHusaini Usman dan Purnomo Setiadi Akbar. 2006. Metodologi Penelitan Sosial, Jakarta Bumi Aksara. 100% found this document useful 5 votes10K views10 pagesDescriptionoOriginal Titlekasus komunikasi bisnisCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 5 votes10K views10 pagesKasus Komunikasi BisnisOriginal Titlekasus komunikasi bisnisJump to Page You are on page 1of 10 You're Reading a Free Preview Pages 5 to 9 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. Laporan wartawan Endrapta Pramudhiaz JAKARTA - Komisi Pengawas Persaingan Usaha KPPU menyatakan akan memperjuangkan keputusan mereka terkait penghukuman tujuh perusahaan yang diputus terbukti melakukan pelanggaran membatasi penjualan di tengah langkanya pasokan minyak goreng di tahun lalu. Diketahui, dari tujuh perusahaan yang dijatuhi hukuman denda, ada lima perusahaan minyak goreng yang mengajukan gugatan terhadap KPPU. Ada PT Asianagro Agungjaya, PT Batara Elok Semesta Terpadu, PT Incasi Raya, PT Salim Ivomas Pratama Tbk, dan PT Budi Nabati Perkasa. Baca juga Dorong Iklim Persaingan Usaha Industri Asuransi yang Sehat, Indonesia Re Gandeng KPPU Menanggapi hal tersebut, Ketua KPPU M. Afif Hasbullah mengatakan, itu hak para perusahaan mengajukan gugatan. Namun, ia memastikan pihaknya akan memperjuangkan keputusan yang telah ditetapkan. "Keberatan itu haknya terlapor. Ya kita tetap fight dengan keputusan kita," kata Afif ketika ditemui usai acara deklarasi pembentukan Hari Persaingan Usaha di Jakarta Pusat, Minggu 11/6/2023. Sejauh mana pihaknya akan memperjuangkan keputusan tersebut, kata Afif, hingga tahap Mahkamah Agung pun KPPU bakal terus berjuang. Baca juga Perusahaan di Medan Timbun 75 Ton MinyaKita, KPPU Cari Alat Bukti untuk Dilanjutkan ke Penyelidikan "Ya tetap fight. Namanya putusan harus dibela. Sampai Mahkamah Agung pun harus kita bela," ujarnya. Sebagai informasi, merujuk data milik Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, kelima perusahaan tersebut mendaftarkan gugatannya pada 9 Juni 2023. Sistem informasi Pengadilan Negeri Jakarta Pusat belum mencantumkan isi petitum gugatan kelima perusahaan tersebut. Dugaan kuatnya, kelima perusahaan ini mengajukan gugatan kepada KPPU terkait denda minyak goreng ini. PT Asianagro Agungjaya terdaftar dengan nomor perkara 1/ PT Salim Ivomas Pratama Tbk terdaftar dengan nomor perkara 2/ Jun.

kasus komunikasi bisnis dalam perusahaan