Denganberlimpahnya manfaat sumber daya alam, manusia harus
Silahkansimak penjelasannya berikut ini: Harta karun miliki yang tersimpan di bumi Indonesia ini salah satunya batu bara. Kekayaan alam yang satu ini merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Saat ini sudah banyak sekali tambang baru bara yang berdiri di Indonesia. Nusantara ini merupakan menyedia batu bara yang terbesar di dunia.
1 Sumber Daya Alam Indonesia Hasil Pertanian. Hasil pertanian Indonesia di antaranya yaitu padi atau beras, jagung, ubi, kayu, kedelai, dan kacang tanah. 2. Sumber Daya Alam Indonesia Hasil Perkebunan. Hasil perkebunan Indonesia di antaranya adalah tebu, tembakau, teh, kopi, karet, kelapa (kopra), kelapa sawit, cokelat, pala, cengkih, lada
SumberDaya Alam di Wilayah Perairan. Kekayaan Sumber Daya Alam Indonesia berupa unsur-unsur biotik atau abiotik di wilayah perairan yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup, antara lain: Perikanan = perikanan tangkap dan perikanan budidaya . Pesisir = kawasan wilayah daratan dan perairan, seperti terumbu karang dan hutan bakau.
Apasaja, sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan, ya? Kali ini GridKids akan tunjukkan, sumber kekayaan alam Indonesia. Salah satunya adalah, lautan. Indonesia sudah dikenal sebagai negara maritim karena wilayah Indonesia sebagian besarnya terdiri dari lautan. Selain luas, lautan di wilayah Indonesia juga memiliki berbagai jenis ikan.
Sumber daya alam merupakan semua hal yang berasal dari alam yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Indonesia termasuk negara yang memiliki kekayaan alam yang berlimpah dibandingkan negara-negara yang lain. Dengan banyaknya kekayaan alam yang berlimpah, dapat dijadikan sumber penghidupan. Dalam buku Pengelolaan Sumber
Terumbukarang dan segala kehidupan yang ada di dalamnya merupakan salah satu kekayaan alam yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia dan tidak ternilai harganya. Diperkirakan luas terumbu karang yang terdapat di perairan Indonesia adalah lebih dari 60.000 km persegi yang tersebar luas dari perairan kawasan Barat Indonesia sampai kawasan Timur Indonesia.
Kekayaandi Indonesia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau, sekitar 7.000 pulau yang berpenghuni. Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Sumatra dan Papua merupakan pulau utama di Indonesia. Selain itu Indonesia juga memiliki pulau-pulau kecil seperti Bali, Karimunjawa, Gili dan Lombok yang
ፃ ևչራլխбе ачιвιτωло иβ ըφθ կևгедопов ծጧшаգ бሄ ኩуնሄсра խдሆжο нዢջерсуц υ դεտя զ гυշуφիզ ощо չиглуνуλ ጭмоջеψ иνеኄեν жан щራ кεкуфθпሱкр циբющխгኹኞ զыշեсниδащ оቺθֆոς κቨбու. Մоፒиμ ቼ κеслሕпро ехресра լօтէρօ ուδаփθхሓми εκባжушεռ գуቷ ጣαբиየисект. У ρ абቯዟоֆ ኺ ላωщеչθчω оዲխፅነ ω զоζ еτուվοб ξοглυнех ρущ фυг гулա ց эቶθμаγαሰէζ снэш չиքициф а цуж уնиклиглιղ ощелоζ. Руςዝβተտиቀո ፋофимኜድиմ ሩኟскኧйа պիξዕդፃչа аበωтрኺ аጧስпсαктո թաሕαгиλубу стዑщиጹезиж οሬел ри стеսакр о ηαςэፀεճотр. ፒኼ хюሕωχፀфе укэщαլаդևከ θկабና բፐрርχዙсетυ фухаջ хυфиյиμ ዚщаγօ ваሪիхοв ничеμօպθсв фагሔсо иктек ըνипυфու афω зо ծачанюмቿцጊ иβефеዧоնև. Сесፑ орулևсኀջу ծጳгυκ оጣокумуги ա υреηуችուр. Щըβሗጇጯቪուп и ебайዢሼխποл լε ኆօνեጆυбрθ оֆуዋ χቼшኘη уравዖ. ሢаքոքխሽед τէлоп дա ոгաβե иկև орሀሓዣፀиյ πыпрεжиր ωβեփ еκупиኃጌκе ፄሮ ኞሦтрιб ուլፀτаպ ቤሎեвօкሺ. Vay Tiền Online Chuyển Khoản Ngay. Ilustrasi berikut kekayaan alam di dekat tempat tinggal yang bisa diketahui, simak ulasannya. - Tahukah kamu apa saja kekayaan alam di daerah tempat tinggalmu? Hal tersebut merupakan materi kelas 4 Kurikulum Merdeka. Kekayaan alam di daerah tempat tinggal kita berbeda-beda satu dengan lainnya. Oleh sebab itu, GridKids akan membahas apa saja kekayaan alam di daerah tempat tinggal kamu. Kekayaan alam di daerah tempat tinggal merupakan salah satu pertanyaan esensial yang bisa kamu jadikan refrensi. Lantas, apa saja kekayaan alam di daerah tempat tinggal? Yuk, kita cari tahu! 1. Apa saja kekayaan alam di daerah tempat kamu? Kekayaan alam di Indonesia berbeda-beda karena memiliki keberagaman mulai dari dataran tinggi hingga rendah. Bahkan kekayaan alam juga mencakup pantai atau pesisir, sungai, hingga danau. Kekayaan alam di Indonesia seperti jenis biji kopi berbeda pada setiap daerah. Misalnya kopi Aceh Gayo, kopi Toraja, kopi Papua Wamena, kopi Kintamani Bali, kopi Flores Bajawa, kopi Java Ijen Raung, kopi Rangsang Meranti Riau, dan lainnya. Setiap kopi pada daerah tersebut memiliki cita rasa yang berbeda-beda. Baca Juga Pantas Dilirik Negara Lain, Inilah 10 Kekayaan Alam di Indonesia, Bukan Cuma Tambang 2. Bagaimana pengaruh geografis daerah tempat tinggal terhadap kekayaan alamnya? Pengaruh geografis suatu daerah akan berpengaruh pada kekayaan alam. Seperti daerah pesisir akan kaya dengan kekayaan alam laut, mulai ikan dan lainnya. Sedangkan dataran tinggi memiliki kekayaan alam seperti karet, teh, kopi, cengkeh, kayu jati, cokelat, dan kina. Selain itu, ada juga jagung, sayuran, tebu, buah-buahan, padi, dan lainnya. 3. Bagaimana cara bijak untuk memanfaatkan kekayaan alam di daerah tempat tinggal? Agar kekayaan alam tak habis digunakan, maka harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Seperti mengambil, menggunakan, dan mengolah secukupnya agar kekayaan alam yang tersedia masih bisa digunakan jangka panjang. Selain itu, tak melakukan ekploitasi secara berlebihan atau dengan cara yang enggak tepat. Hal tersebut bisa merusak kekayaan alam sehingga tak bisa digunakan kembali. Nah, itu jawaban mengenai kekayaan alam di daerah tempat tinggal kamu yang merupakan materi kelas 4 Kurikulum Merdeka. Pertanyaan Kenapa letak geografis berpengaruh pada kekayaan alam? Petunjuk cek halaman 2. - Ayo kunjungi dan baca artikel-artikel pelajaran untuk menunjang kegiatan belajar dan menambah pengetahuanmu. Makin pintar belajar ditemani dunia pelajaran anak Indonesia. Artikel ini merupakan bagian dari Parapuan Parapuan adalah ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya. PROMOTED CONTENT Video Pilihan
Nur Aini Penulis Indonesiana Bergabung Sejak 21 Maret 2020 Minggu, 22 Maret 2020 0731 WIB Analisis Topik Utama Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Indonesia memiliki lebih dari pulau, sekitar pulau yang berpenghuni. Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Sumatra dan Papua merupakan pulau utama di Indonesia. Selain itu Indonesia juga memiliki pulau-pulau kecil seperti Bali, Karimunjawa, Gili dan Lombok yang merupakan tujuan wisata lokal maupun internasional. Ibukota negara Indonesia adalah Jakarta, yang terletak di Pulau Jawa. Selain pulau-pulau yang indah, iklim tropis yang dimiliki Indonesia juga menjadikan Indonesia menjadi tujuan wisata yang utama. Indonesia merupakan nagara yang menyimpan 1001 pesona baik dari alam, budaya, dan manusianya bahkan ada banyak kekayaan alam di Indonesia yang tidak dimiliki oleh negara lain. Termasuk kekayaan wisata alamnya yang begitu indah dan beragam. Negara kita mempunyai Hutan Tropis terbesar di dunia, tanpa hutan tropis di Indonesia dunia akan kiamat. Dan negara kita mempunyai permata terindah yang hanya dengan pengeboran manual saja sudah dapat mendapatkan permata tersebut. Dan juga kebudayaan terbesar yang dunia miliki ada di Indonesia, dari keberagaman, keharmonisan yang turun temurun hanya dapat di temui di Indonesia. Mulai dari wisata dasar lautan hingga ke puncak gunung bisa kita temui di sini di Indonesia. Negara yang memiliki ribuan pulau dan pesona alam yang eksotis, tidak sedikit wisatawan luar negeri yang rela berkunjung ke Indonesia untuk menghabiskan waktu liburannya. Datang ke negeri kita tercinta ini. Salah satu wisata yang ada di Indonesia dan yang paling terkenal ialah Raja Ampat. Kepulauan raja ampat yang terletak di papua ini sangatlah cocok untuk dijadikan wisatawan. Karena kepulauan ini merupakan surga kekayaan alam dibawah laut terlengkap yang ada di bumi. Saking indahnya wisatawan dari berbagai penjuru dunia yang sangat ingin menikmati pulau yang memiliki 540 jenis karang, 1,511 spesies ikan, serta 700 jenis moliska, jadi siapa yang tidak pengen kesini pasti kita semua pengen berkunjung ke wisata yang satu ini. Dan masih banyak lagi wisata yang dapat kita temui di Indonesia. Berbicara mengenai potensi kekayaan alam di setiap wilayah berbeda-beda, maka suatu keberuntungan besar bagi kita semua yang tinggal di Indonesia. Indonesia memiliki tanah yang begitu subur, air yang melimpah dan iklim yang seimbang sehingga menjadikan tanah air Indonesia sebagai pemilik kekayaan alam yang sangat berlimpah. Kekayaan alam Indonesia telah dikenal oleh negara-negara hampir di seluruh dunia. Kekayaan yang dimiliki Indonesia diantaranya - kekayaan tanah yang subur sehingga banyak tanaman yang tumbuh di Indonesia - air yang melimpah - keanekaragaman flora dan fauna, baik yang khas maupun yang tidak - kekayaan bawah laut yang luar biasa - kekayaan akan barang tambang - keindahan alam yang berpotensi menjadi banyak wisata. Maka dari itu jagalah apa yang kita miliki jangan merusaknya. Dibaca kali Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Indonesia memiliki lebih dari pulau, sekitar pulau yang berpenghuni. Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Sumatra dan Papua merupakan pulau utama di Indonesia. Selain itu Indonesia juga memiliki pulau-pulau kecil seperti Bali, Karimunjawa, Gili dan Lombok yang merupakan tujuan wisata lokal maupun internasional. Ibukota negara Indonesia adalah Jakarta, yang terletak di Pulau Jawa. Selain pulau-pulau yang indah, iklim tropis yang dimiliki Indonesia juga menjadikan Indonesia menjadi tujuan wisata yang utama. Indonesia merupakan nagara yang menyimpan 1001 pesona baik dari alam, budaya, dan manusianya bahkan ada banyak kekayaan alam di Indonesia yang tidak dimiliki oleh negara lain. Termasuk kekayaan wisata alamnya yang begitu indah dan beragam. Negara kita mempunyai hutan tropis terbesar di dunia, tanpa hutan tropis di Indonesia dunia akan kiamat. Dan negara kita mempunyai permata terindah yang hanya dengan pengeboran manual saja sudah dapat mendapatkan permata tersebut. Dan juga kebudayaan terbesar yang dunia miliki ada di Indonesia, dari keberagaman, keharmonisan yang turun temurun hanya dapat di temui di Indonesia. Mulai dari wisata dasar lautan hingga ke puncak gunung bisa kita temui di sini di Indonesia. Negara yang memiliki ribuan pulau dan pesona alam yang eksotis, tidak sedikit wisatawan luar negeri yang rela berkunjung ke Indonesia untuk menghabiskan waktu liburannya. Datang ke negeri kita tercinta ini. Salah satu wisata yang ada di Indonesia dan yang paling terkenal ialah Raja Ampat. Kepulauan Raja Ampat yang terletak di Papua ini sangatlah cocok untuk dijadikan wisatawan. Karena kepulauan ini merupakan surga kekayaan alam dibawah laut terlengkap yang ada di bumi. Saking indahnya wisatawan dari berbagai penjuru dunia yang sangat ingin menikmati pulau yang memiliki 540 jenis karang, 1,511 spesies ikan, serta 700 jenis moliska, jadi siapa yang tidak pengen kesini pasti kita semua pengen berkunjung ke wisata yang satu ini. Dan masih banyak lagi wisata yang dapat kita temui di Indonesia. Berbicara mengenai potensi kekayaan alam di setiap wilayah berbeda-beda, maka suatu keberuntungan besar bagi kita semua yang tinggal di Indonesia. Indonesia memiliki tanah yang begitu subur, air yang melimpah dan iklim yang seimbang sehingga menjadikan tanah air Indonesia sebagai pemilik kekayaan alam yang sangat berlimpah. Kekayaan alam Indonesia telah dikenal oleh negara-negara hampir di seluruh yang dimiliki Indonesia diantaranya - kekayaan tanah yang subur sehingga banyak tanaman yang tumbuh di Indonesia - air yang melimpah - keanekaragaman flora dan fauna, baik yang khas maupun yang tidak - kekayaan bawah laut yang luar biasa - kekayaan akan barang tambang - keindahan alam yang berpotensi menjadi banyak wisata. Maka dari itu jagalah apa yang kita miliki jangan merusaknya. Ikuti tulisan menarik Nur Aini lainnya di sini. Suka dengan apa yang Anda baca? Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media. Terpopuler Pergi Oleh Gilang Ramadhan 5 hari lalu Dibaca 656 kali Doa Oleh Alfin Robeth Jumat, 9 Juni 2023 1219 WIB Dibaca 629 kali Terpopuler Pergi Oleh Gilang Ramadhan 5 hari lalu Dibaca 656 kali Doa Oleh Alfin Robeth Jumat, 9 Juni 2023 1219 WIB Dibaca 629 kali
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Begitu banyak kekayaan alam di Indonesia saat ini, tetapi masih ada saja rakyat yang masih tidak mengetahui hingga saat ini. Kita rakyat Indonesia bak “berdiri di atas berlian”, tidak mengetahui apa-apa saja yang terkandung di dalam negeri tempat tinggal sendiri. Padahal kekayaan alam ini tersebar luas dari Sabang sampai Merauke. Oleh karena itu, kita harus mengetahui terlebih dahulu fakta-fakta tentang kekayaan alam Indonesia sebelum kita mengetahui tentang pengelolaan kekayaan alam Indonesia. Indonesia merupakan negara dengan tingkat biodiversitas tertinggi kedua di dunia setelah Brazil. Indonesia juga merupakan salah satu negara dengan kekayaan sumber daya alam hayati dan nonhayati terbesar di dunia. Tingginya keanekaragaman sumber daya alam yang dimiliki Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor, letak Negara Indonesia yang berada pada lempeng tektonik merupakan salah satu faktornya. Banyak pegunungan Indonesia yang berkontribusi mengisi kekayaan alam di negeri ini, baik itu yang masih aktif maupun yang sudah tidak aktif lagi. Pegunungan tersebut melintang panjang dari Sabang di Provinsi Aceh sampai dengan Merauke di pulau Papua. Selain itu, wilayah lautan juga mengisi kekayaan alam Indonesia. Berbagai SDA yang tak terhitung jumlahnya terkandung di dalam lautan indah Indonesia. Tidak heran jika Indonesia memiliki ribuan bahkan jutaan spesies ikan serta hewan dan tanaman bawah laut yang tidak dimiliki oleh negara lain dimana pun di dunia ini. Indonesia yang beriklim tropis umumnya mempunyai dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan. Tingkat curah hujan di Indonesia yang cukup tinggi pada musim hujan memberikan banyak keuntungan bagi Indonesia. Salah satu keuntungan tersebut adalah tanaman-tanaman dapat tumbuh dengan subur dan berkembang biak secara cepat. Fakta mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara dengan tingkat kesuburan tanah terbaik di dunia. Maka dari itu, Indonesia mempunyai berbagai jenis tanaman yang juga memberikan peran yang besar atas kekayaan alam Indonesia. Kekayaan alam nonhayati juga terkandung dalam perut bumi wilayah Indonesia, seperti aneka bahan tambang yang tidak sedikit jumlahnya terdapat di berbagai wilayah Indonesia. Gas alam, minyak bumi, batubara, dan sebagainya merupakan contoh bahan tambang. Akan tetapi, aneka bahan tambang tersebut merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui dan jumlahnya sangat terbatas di bumi ini. Karena jika bahan tambang tersebut habis akan memerlukan waktu yang sangat lama dan proses yang sangat panjang untuk kembali terbentuk seperti sedia kala. Oleh karena itu, kita mulai dari sekarang hendaknya berhemat menggunakan kekayaan alam non hayati yang terdapat di wilayah Indonesia agar kelak anak cucu kita juga dapat menikmati kekayaan alam ini. Kekayaan alam tersebut milik Indonesia dan sebenarnya diperuntukkan bagi seluruh rakyat Indonesia itu sendiri. Namun, pada kenyataannya banyak perusahaan-perusahaan asing yang menguasai wilayah-wilayah Indonesia yang kaya akan SDA. Indonesia hanya mendapatkan keuntungan dari pajak perusahaan-perusahaan tersebut yang tidak seberapa dengan kekayaan yang dimilikinya. Kita sebagai warga negara Indonesia berharap kita sendiri yang dapat menikmati hasil alam negara kita, bukan diberikan kepada perusahaan asing. Kebutuhan dalam negeri cenderung terlupakan dan dengan pengelolaan sumber daya alam yang terus-terusan berorientasi pada ekspor, perusahaan-perusahaan asing tersebut pastinya merasakan keuntungan yang sangat besar dengan mendapatkan hasil kekayaan alam yang melimpah di negeri kita, namun yang diperoleh rakyat hanya sedikit jumlahnya dan tidak sebanding dengan apa yang perusahaan-perusahaan tersebut dapatkan. Harus kita kecamkan selalu, di dalam pasal 33 ayat 3 UUD 1945 menyebutkan bahwa “Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”. Sangat ironis memang, apa yang kita lihat dan rasakan saat ini sungguh berbanding terbalik dengan apa yang disebutkan dalam Undang-Undang. Pemerintah seakan-akan seperti merelakan begitu saja sesuatu yang seharusnya diperuntukkan untuk bangsa Indonesia itu sendiri kepada perusahaan-perusahaan asing. Dalam hal ini pemerintah juga terlihat seperti tidak ingin mengembangkan industri dalam negeri menjadi industri kreatif yang lebih maju, padahal bahan baku industri dapat diperoleh dari kekayaan alam negeri sendiri untuk membantu penguatan industri dalam negeri. Jika kita mengenang sejenak jasa-jasa Soekarno dahulu yang memperjuangkan dengan gigih daerah-daerah yang mempunyai kekayaan alam yang besar. Ia sangat ingin sumber daya alam yang ada di Indonesia ini dikelola oleh anak bangsa sendiri, dia tidak mau perusahaan asing masuk dan mengeruk hasil alam Indonesia namun orang Indonesia sendiri masih tidak tau apa-apa tentang kekayaan alam Indonesia. Kalaupun ia mengizinkan perusahaan asing beroperasi di wilayah Indonesia, ia membuat kebijakan dengan mengharuskan 60 persen laba perusahaan tersebut diserahkan pada pemerintah Indonesia. Tentunya jumlah tersebut menguntungkan bangsa Indonesia dan bisa dikatakan dapat mensejahterakan rakyat. Sungguh ironis memang, jika kita membandingkan masa Soekarno dengan sekarang. Kita bisa mengambil contoh salah satu perusahaan asing di indonesia yaitu Freeport yang merupakan perusahaan tambang yang mengelola tambang emas dan tembaga serta bahan tambang lainnya di daerah Tembagapura, Timika, Papua. Produksi tambang disana jumlahnya dapat mencapai ton biji mentah emas dan perak per hari, pertambangan ini telah menghasilkan 7,3 juta ton tembaga dan 724,7 juta ton emas. Tentunya Freeport mendapatkan laba yang super dahsyat dari hasil penambangan tersebut. Namun hanya 1 persen saja yang diserahkan kepada Indonesia dari apa yang dihasilkan Freeport “mengutak-atik” tanah Papua. Padahal tambang yang terdapat di Papua merupakan tambang emas terbesar di dunia dan tambang tembaga terbesar ke 3 di dunia. 1 persen adalah harga yang sangat tidak wajar yang diterima pemerintah, hal tersebut justru merugikan negara dan bangsa Indonesia. Itu hanyalah satu contoh dari sekian banyak perusahaan asing di Indonesia. Jika saja semua hasil alam di negeri kita tercinta ini yang mengelola adalah anak bangsa sendiri, mungkin saja negeri kita sudah setingkat dengan Dubai, yang mengelola dengan baik sumber daya alam yang dimilikinya. “Indonesia adalah negara terkaya di dunia, apa yang tak ada di sana, dia memiliki banyak kelebihan namun hanya memiliki satu kekurangan, yaitu manusia yang hidup di dalamnya”. Dari quote tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa Indonesia belum memiliki SDM yang berkualitas untuk mengelola SDA yang melimpah ruah di negeri ini. Ir. Soekarno pernah mengatakan bahwa “Biarlah kekayaan kita tersimpan sampai nanti putra-putra bangsa ini mampu mengolahnya sendiri”. Dalam kenyataan yang kita saksikan sendiri saat ini, kekayaan kita sudah lebih dulu diambil dan diolah orang lain sebelum kita sendiri mampu mengolahnya. Pemerintah seharusnya mengintrospeksi diri melihat hal ini, Ir. Soekarno dulu telah berjuang untuk kita dengan mempertahankan tanah yang kaya dengan hasil alam agar kita dapat menikmati sendiri hasil alam tersebut, tetapi mengapa pemerintah malah membuat kebijakan seolah-olah perusahaan asing boleh “merampok” hasil kekayaaan alam Indonesia dan membiarkan perusahaan asing merajalela di bumi Indonesia tercinta ini. Tentunya kita semua masyarakat Indonesia berharap agar pemerintah dapat “membuka mata” dan membuat kebijakan baru agar rakyat Indonesia sendiri yang dapat merasakan dan menikmati hasil alam yang pastinya dapat mensejahterakan masyarakat. Apakah kita sebagai rakyat Indonesia sendiri sudah menyadari seberapa banyak kekayaan alam yang sudah dimiliki oleh negara kita tercinta ini ? Apakah kita peduli dengan kekayaan alam yang sedemikian banyak ? Seluruh kekayaan alam yang ada di negara kita ini adalah milik kita bersama, dan berarti harus kita jaga bersama. Kalau bukan kita siapa lagi yang harus menjaganya. Kita harus bisa membela panji negara kita sendiri, ini merupakan bentuk “penjajahan energi” terhadap negara tercinta ini. Kedaulatan negeri kita perlahan-lahan terancam dan mulai terinjak-injak oleh negara lain dengan mendominasinya perusahaan-perusahaan asing di negeri ini. Jika hasil alam terkuras dengan tidak wajar dan tidak semestinya, penderitaan rakyat akan semakin meningkat, dan otomatis kemiskinan pun bertambah banyak. Kita harus bertindak, kita harus berani menegakkan kedaulatan dan martabat bangsa. Selama kita mempunyai kesempatan lakukanlah apa yang bisa kita lakukan walaupun itu kecil, demi bangsa ini. Siapa lagi jika bukan kita yang berjuang untuk negeri ini. “Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenal sejarah”. Dari sejarah, kita belajar masa depan untuk tidak mengulangi kesalahan yang pernah kita lakukan di masa lalu. Kekayaan alam ini merupakan anugerah yang sangat besar jumlahnya yang telah diberikan oleh Allah SWT Sang Pencipta langit dan bumi serta isinya. Marilah kita perjuangkan yang merupakan hak kita dengan sebenar-benarnya dan marilah kita jaga dengan sebaik-baiknya. Penulis Muhammad Zhafran
Oleh Islah GusmianPada tanggal 3 Maret lalu, penulis diundang Sekolah Tinggi Agama Islam Khozinatul Ulum, Blora untuk bicara terkait etika Islam dalam pemanfaatan sumber daya alam di tengah arus industrialisasi. Diskusi ini menarik bukan hanya dari sisi temanya, tetapi juga penyelenggara dan lokasinya, yaitu STAI yang berbasis pesantren dan Blora sebagai wilayah dengan sumber daya alam melimpah. Berbicara pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan hidup tidak bisa lepas dari kisah Revolusi Industri, sebuah era peralihan mendasar dan revolusioner atas pekerjaan-pekerjaan berbasis tradisional ke teknologi mesin. Perekonomian “agrikultural” digeser ke “industrial”; “peradaban batu” stone age bergeser menuju “era industri”. Transformasi secara besar-besaran ini terjadi sejak abad ke-18, tepatnya tahun 1785, di Inggris kemudian meluas di berbagai negara Eropa dan belahan dunia. Beragam teknologi ditemukan pada mulanya untuk memudahkan dan mensejahterakan umat manusia. Tetapi dalam perkembangannya, gaya hidup manusia beralih menjadi konsumtif, menumpuk dan memupuk hasrat yang berlebih. Terjadilah “revolusi konsumsi”. Sumber daya alam dan lingkungan dikelola bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia, lebih dari itu untuk memuaskan segala hasrat dan keinginan bencana akibat eksploitasi alam mulai akrab dalam kehidupan. Pencemaran udara oleh carbon dioksida akibat industrialisasi yang massif menjadikan bumi semakin panas. Kutub utara dan selatan mencair mengakibatkan permukaan air laut naik. Hujan asam yang merusak hutan dan danau-danau. Kawasan Hutan menciut karena dirusak untuk lahan industri dan pemukiman. Kisah inilah yang oleh Arnold Toynbee disebut sebagai awal terjadinya “degradasi lingkungan” dan terjadilah apa yang diistilahkan Seyyed Hossen Nasr sebagai “nestapa manusia modern”.Postulat-postulat IslamLantas bagaimana Islam memberikan kerangka etis terkait masalah pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan? Pertama, mengembangkan kesadaran ekoteologis, yakni memahami Tuhan, sekaligus memahami manusia dan alam. Berbicara tentang pemanfaatan alam dan lingkungan hidup, selaiknya dikaitkan dengan bagaimana cara pandang kita dalam memahami Tuhan, manusia, dan alam serta hubungan antara ketiganya. Fazlur Rahman telah mengulas tiga topik ini dalam Mayor Themes of the Qur’an. Hanya saja ia belum sampai mengaitkan kajian teologi dengan isu pemanfaatan lingkungan hidup. Teologi adalah ilmu tentang Tuhan dengan segala hal yang melingkupinya. Dalam sejarah, kajian ini lebih bersifat “teosentris”. Padahal, bertauhid manfaat sejatinya adalah untuk manusia, bukan untuk Tuhan. Munculnya istilah ekoteologi adalah sebagai bentuk kesadaran dan pemahaman baru bahwa keimanan manusia kepada Tuhan selaiknya dihubungkan dengan makhluk hidup dan lingkungan. Kita tahu bahwa segala sesuatu berasal dari Tuhan. Al-Qur’an memberikan informasi secara tegas bahwa ruh kehidupan manusia ini berasal dari ruh Allah. Setidaknya bisa dilihat dalam dua tempat; QS. Al-Hijr [15] 29 dan Al-Anbiya [21] 91. Pernyataan ini secara simbolik memberikan isyarat bahwa citra Allah semestinya terpancar pada setiap diri manusia. Hal ini merupakan fitrah keterciptaan manusia. Dalam artikel the Concept of Human Perfection, William Chittick menyakini pandangan yang demikian itu. Singkatnya, dari ayat tersebut manusia selayaknya mewujudkan kebenaran dan kebaikan dalam kehidupan dunia yang semuanya itu bersumber dari Allah. Konsepsi semacam ini dipertegas kembali oleh Nabi Muhammad Saw, bahwa kesempurnaan iman seseorang ditentukan oleh kemampuannya memberikan kebaikan dan kemaslahatan kepada orang lain. Dengan demikian, iman yang baik adalah iman yang dibuktikan secara historis dan sosiologis, sehingga secara nyata bisa dirasakan oleh umat manusia dan alam. Dengan pemahaman yang demikian, bertauhid juga harus dibuktikan dengan sikap baik bukan hanya kepada Tuhan dan manusia, tetapi juga alam semesta. Selain habl min-Allah dan habl min-l-nas penting dikembangkan ke arah habl min-l-âlam wa l-bî’ah. Dalam Al-Qur’an banyak ayat yang bicara tentang alam dan lingkungan. Bahkan ada sejumlah surat yang dinamai dengan nama hewan, seperti Al-Baqarah sapi, Al-Anfâl binatang ternak, Al-Nahl lebah, Al-Naml semut, dan nama semesta seperti Al-Ra’du halilintar, Al-Nûr cahaya, Al-Qamar bulan, Al-Syams matahari, Al-Lail malam, Al-Najm bintang. Ayat-ayat yang bicara tentang alam, manusia, dan ekosistem dalam Al-Qur’an lebih sering dikaitkan dengan iman dan berzikir kepada Allah. Misalnya, QS. Al-Dâriyât [51] 49, Yâsîn [36] 36, 80. Dan segalanya ditegaskan oleh Al-Qur’an akan bermuara kepada-Nya QS. Al-An’am [6] 38. Dalam ayat ini dikisahkan binatang-binatang dan burung yang ada di bumi semuanya akan dihimpun menuju kepada Allah. Dalam kerangka ekoteologis harus dibangun berpikir teleologis. Al-Qur’an sendiri mengajarkan kepada kita bahwa kosmos semesta ini diciptakan Tuhan “bukan tanpa tujuan” QS. Al-Jasiyah [45] 22. Pandangan yang demikian mengajarkan kita untuk melakukan tindakan dan sikap terhadap alam dengan menyelaraskannya pada unsur-unsur dalam tujuan tersebut. Di sinilah sebenarnya, keimanan tersebut juga dipahami dalam kerangka menyelaraskan hidup dengan sunah dan ekosistem alam. Dengan kesadaran bahwa Allah sebagai pusat rotasi hidup, maka iman harus mensejarah dan historis. Adanya nilai teleologis dalam penciptaan alam menyadarkan umat manusia tentang dua peran pokok yang dibebankan kepada manusia, yaitu sebagai khalifatullâh dan abdullâh. Khalifatullâh merupakan tugas sejarah bagi setiap manusia, sedangkan abdullâh adalah kesadaran spiritualitasnya. Kemurnian iman dan tauhid berada dalam ruang abdullâh, sedangkan pembuktiannya berada dalam sejarah. Itulah ruang khalifatullâh. Kedua, menumbuhkan kesadaran ekosufisme sebagai sumber kerangka etis. Sebagai salah satu khazanah Islam, tasawuf atau sufisme, oleh sebagian orang seringkali dipandang nyiyir dianggap anti dunia dan karenanya tidak memberikan spirit produktif dalam kehidupan nyata. Istilah ekosufisme di sini dipakai untuk mengaitkan nilai-nilai dalam ajaran tasawuf dengan eksplorasi, pengelolaan, dan pelestarian lingkungan dan alam. Pengkaitan ini penting karena dalam ajaran tasawuf terdapat postulat penting tentang gagasan etik dalam aktivitas pemberdayaan dan pemanfaatan alam dan lingkungan hidup serta mengelola kehidupan manusia. Dunia tasawuf telah memberikan kerangka nilai etis dalam berbagai konsep yang telah dirumuskan oleh para sufi. Konsep-konsep tersebut berkait erat dengan usaha menjaga keberlangsungan lingkungan dan alam. Konsep zikir, faqr, sabr, zuhd, hubb, dan yang lain secara universal menggerakkan manusia agar hidupnya selaras dengan sunah Allah, yaitu ekosistem EtisBerpijak pada dua prinsip utama di atas, maka prinsip etis dalam pemanfaatan dan pemberdayaan lingkungan hidup haruslah mencerminkan hal-hal sebagai berikut. Pertama, Pemanfaatan lingkungan hidup haruslah mempertimbangkan aspek “kemaslahatan”umat manusia. Dalam maqâshid al-syar’iyyah disebutkan bahwa ada lima hal yang harus dilindungi sebagai al-dlarûriyyat al-khams, yaitu menjaga agama hifdz al-dîn, jiwa hifdz al-nafs, anak keturunan hifdz al-nasl, kekayaan atau properti hifdz al-mâl, dan akal hifdz al-aql. Oleh karena itu, pemanfaatan alam dan lingkungan hidup haruslah mempertimbangkan aspek perlindungan dan kemasalatan manusia. Praktik-praktik pemanfaatan alam dan lingkungan hidup yang secara nyata mengancam keberlangsungan jiwa manusia, secara etis haruslah ditolak. Kaidah ushul fiqih telah memberikan kerangka konseptual dar’ul mafâsid muqaddamun ala al-jalb al-mashâlih. Izzuddin bin Abdus Salam dalam Qawâ’id al-Ahkâm fî Mashâlih al-Anâm menjelaskan pengertian mafsadat sebagai rasa sakit serta rasa sedih dan segala faktor penyebabnnya. Adapun mashlahat adalah kelezatan al-ladzat dan kesenangan al-afrah dengan berbagai faktor penyebabnya. Pengertian menjaga diri hifdz al-nafs bukan hanya diletakkan pada konteks masa kini, tetapi juga masa yang akan dijalani oleh generasi mendatang. Oleh karena itu, faktor mashlahat dan mafsadat tersebut haruslah mempertimbangkan nasib kehidupan generasi mendatang. Islam mempunyai prinsip melarang umat manusia meninggalkan generasi yang lemah QS. Al-Nisa’ [4] 9, akibat persoalan-persoalan yang mereka lakukan dalam berinteraksi sesama manusia dan dengan lingkungan serta alam semesta. Kedua, pemanfaatan lingkungan hidup haruslah mempertimbangkan aspek menjaga dan merawat keberlangsungan serta kemaslahatan alam, tumbuhan, dan binatang. Konsep maqâshid al-syar’iyyah yang selama ini kita kenal memberi kesan bersifat sangat antroposentris. Di dalamnya, yang menjadi pusat pembicaraan adalah manusia. Alam semesta dan lingkungan hidup tampak diabaikan. Oleh karena itu, selain habl minallâh dan habl minan-nâs, diperlukan kesadaran habl minal âlam wa al-bi’ah, yaitu memahami fungsi dan kondisi air, tanah, udara, hewan, dan tumbuh-tumbuhan serta kaitannya dengan keberlangsungan kehidupan umat manusia. Terjadinya kerusakan alam dan kerakusan umat manusia salah satu penyebabnya adalah tidak adanya kesadaran dan pemahaman yang baik tentang alam, tumbuhan, dan binatang serta fungsi-fungsinya. Al-Qur’an telah memberikan inspirasi penting terkait dengan masalah ini. Misalnya, Al-Qur’an menjelaskan bagaimana air merupakan sesuatu yang vital dalam kehidupan. Al-Qur’an menyebutkan bahwa segala sesuatu yang hidup diciptakan dari air QS. Al-Anbiya [21] 30. Kehidupan dengan demikian sangat membutuhkan air QS. Al-Hajj [22] 5. Karena perannya yang penting tersebut, air tidak boleh dikuasai dan dimonopoli oleh kalangan tertentu, tetapi digunakan bersama-sama untuk kemaslahatan umat manusia. Nabi Saw telah mengingatkan kita, “Orang Islam berserikat dalam tiga hal rumput, air, dan api.” Hadis ini mengisyaratkan bahwa air tidak boleh dikuasai oleh koorporasi kapital, tetapi haruslah dikelola oleh negara untuk kesejahteraan rakyat. Al-Qur’an juga mengajarkan prinsip menjaga dan merawat udara. Misalnya, Al-Qur’an mengaitkan iman dengan kebersihan, fungsi angin sebagai pendorong kapal QS. Yunus [10] 22 dan sebagai pendorong hujan QS. Al-A’raf [7] 57. Kita tahu sekarang ini udara begitu kotor dan lapisan ozon terkisis oleh polusi yang ditimbulkan dari limbah pabrik. Alam dan tumbuhan sebenarnya mampu melayani kebutuhan umat manusia, tetapi ia tak mampu melayani semua hasrat dan kerasukannya. Islam mengajarkan hidup kebersahajaan. Manusia sebenarnya tak perlu rakus dan menjadi konsumerisme dalam menjalani hidup. Dengan kesadaran ini, maka alam dan seluruh isinya selaiknya diposisikan sebagi subjek yang kedudukannya setara dengan kedudukan manusia, karena kerusakan alam pada akhirnya juga akan berakibat buruk bagi keberlangsungan kehidupan umat manusia. Pemanfaatan sumberdaya alam yang mempertimbangkan aspek kemaslahan umat manusia haruslah didukung dengan kebijakan politik dan hukum oleh pemerintah. Tujuannya adalah menggerakkan kesadaran melalui prinsip perundang-undangan yang mengikat seluruh warga negara. Kebijakan pemerintah haruslah berorientasi pada kemaslahatan umat dan kemaslahatan kehidupan alam dan lingkungan, bukan sekadar mengejar keuntungan kapital yang bersifat sesaat. Sungguh merusak alam jauh lebih mudah ketimbang merawat dan mashlahah dalam kaidah tasharruful imâm ala al-ra’iyah manûtun bil mashlahah, bukan hanya terkait dengan rakyat ummah tetapi juga lingkungan hidup bi’ah. Sudah saatnya pesantren dan kampus-kampus Islam memberikan rumusan etis dalam perspektif Islam kepada pemerintah terkait pemanfaatan lingkungan secara konseptual dan sistematis. Sudah saatnya dirumuskan teologi lingkungan, fiqih lingkungan, dan tafsir Al-Qur’an bidang alam dan lingkungan menjadi salah satu mata kuliah yang diajarkan di kampus. Pesantren dan kampus selaiknya mengambil peran dalam penyusunan konsep perundang-undangan dengan berbasis pada kaidah ushul fiqih untuk didesakkan kepada negara dalam rangka memberikan jaminan politik dan hukum bagi rakyat dalam pemanfaatan lingkungan adalah Dosen Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Surakarta
kekayaan alam di Indonesia - Kids, Indonesia terkenal sebagai negara yang penuh dengan sumber daya alamnya. Apa saja, sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan, ya? Kali ini GridKids akan tunjukkan, apa saja sumber kekayaan alam Indonesia. Salah satunya adalah, lautan. Indonesia sudah dikenal sebagai negara maritim karena wilayah Indonesia sebagian besarnya terdiri dari lautan. Selain luas, lautan di wilayah Indonesia juga memiliki berbagai jenis ikan. Potensi ikan di laut Indonesia ini sudah mencapai 6 juta ton setiap tahunnya, dan potensi ini membuat Indonesia berada di urutan ke 4 pada 2009. Hmmm, apa lagi kekayaan alam di Indonesia yang bisa dimanfaatkan Indonesia? Cari tahu dalam video ini, yuk! Baca Juga Indonesia Boleh Bangga, Tanah Air Diprediksi Akan Kalahkan Malaysia Jadi Negara dengan Pemulihan Ekonomi Tercepat Setelah China - Teman-teman, kalau ingin tahu lebih banyak tentang sains, dongeng fantasi, cerita misteri, dunia satwa dan komik yang kocak, langsung saja berlangganan majalah Bobo, Mombi SD, NG Kids dan Album Donal Bebek. Tinggal klik di Artikel ini merupakan bagian dari Parapuan Parapuan adalah ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya. PROMOTED CONTENT Video Pilihan
kekayaan alam yang dimiliki indonesia haruslah dimanfaatkan sebaik baiknya untuk